Uncategorized

Apa yang Anda Lakukan Jika Uang Tidak Lagi Masalah?

Sebuah pertanyaan menarik dari Pak Fauzi Rachmanto, teman saya dari TDA Bandung di status Twitternya pagi ini.

Dijawab oleh Pak Agus Ali (salah seorang pendiri dan pengurus TDA): lari, renang, tenis.

Saya tergelitik juga untuk menjawabnya: membesarkan TDA.

Ya. Membesarkan TDA.

Dan itu sudah saya lakukan sejak 2006 sampai sekarang.

Apakah itu artinya saya sudah sampai pada posisi “uang tidak lagi masalah” sejak 2006?

Bukan.

Masalah dengan uang itu tidak akan pernah selesai. Itu tergantung mindset.

Tahun 2006, bisnis saya sudah mencukupi kehidupan saya dan keluarga. Saya merasa cukup, bukan berlebih.

Yang berlebih adalah waktu saya. Yang berlebih adalah energi, ide, inspirasi, imajinasi saya.

Saat itu saya sudah “berhasil” hidup berkecukupan dengan bisnis yang dikelola hanya dari rumah melalui laptop.

Saya kemudian berimajinasi, bagaimana jika laptop ini saya gunakan untuk sesuatu yang lebih besar daripada bisnis.

Saya berimajinasi ingin “menggerakkan” banyak orang dengan laptop ini.

Saya ingin membuat “sesuatu yang besar” dari laptop ini.

Saya ingin membuat sebuah “perubahan” dari laptop ini.

Tiba-tiba inspirasi itu dijawab oleh Tuhan melalui pertanda-pertanda, kebetulan-kebetulan yang saya alami dan sekarang semuanya sudah menjadi kenyataan.

Balik ke pertanyaan teman tadi, sebenarnya jawabannya adalah: to find meaning.

Apa yang akan anda lakukan ketika uang tidak lagi menjadi masalah? Carilah “meaning” dari berkah nikmat Allah dari semua kemudahan itu.

Stephen Covey di buku 8th Habit yang merupakan kelanjutan dari 7 Habits mengatakan, kalau sudah berhasil menguasai ketujuh kebiasaan yang menghasilkan effectiveness itu, lanjutkan dengan kebiasaan kedelapan, yaitu: to leave a legacy.

Legacy (warisan) untuk anak cucu kita, untuk ummat dan bangsa, untuk bumi kita.

Iklan
Standar

9 thoughts on “Apa yang Anda Lakukan Jika Uang Tidak Lagi Masalah?

  1. ilmanakbar berkata:

    kalau meninggalkan warisan dan mencari meaning kehidupan itu dilakukan dari awal, yaitu sejak masih berjuang untuk mencukupi diri dan keluarga (setelah punya keluarga), itu gapapa kan ya mas? πŸ™‚

    Suka

  2. Saya amati, orang-orang sukses dalam segi finansial, katakanlah Bill Gates, Warren Buffett, sepertinya baru menemukan “meaning”nya setelah mereka on top.

    Bisakah kita menemukan “meaning” sedari dini?

    Suka

  3. Ruar biasa…
    terkesan dengan tulisan ini..
    saya sekarang lagi baca buku
    Delapan Mata Air Kecemerlangan by Anis Matta.
    menurut saya cukup mewakili pertanyaan diatas.
    sosial, tangan diatas, bermanfaat bagi yang lain,
    di landasi Agama.

    Suka

  4. Ping-balik: Catatan Singkat di Ulang Tahun Ke-22: To Leave a Legacy | ilmanakbar's life journal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s