Uncategorized

Kredit Konsumtif Menyerbu Kita, Ini Peluang!

Hampir setiap hari saya menerima tawaran KTA (Kredit Tanpa Angsuran :)) melalui SMS, telepon dan email. Mungkin sebentar lagi Facebook dan Twitter juga digunakan.

Pertanda apa ini?

Rupanya bank-bank itu sedang mengerem kredit produktif, karena dampak krisis ekonomi yang melanda Amerika dan Eropa saat ini. Banyak pengusaha, terutama yang berorientasi ekspor ke sana bertumbangan.

Lantas, ke mana bank-bank itu menyalurkan kredit? Mereka kan ditekan oleh BI untuk menyalurkan kredit sekian persen per tahun?

Pilihannya adalah kredit konsumsi. Ya KTA, Kartu Kredit, KKB, KPR, pokoknya yang berorientasi konsumtif, bukan produktif. Bagi yang akrab dengan pemikiran Kiyosaki pasti tahu, ini adalah bad debt yang harus dihindari.

Namun, berapa orang sih yang mempraktekkan nasehat “anti miskin” dari Kiyosaki ini? Banyak juga yang sudah tahu tapi tetap terjerumus ke lubang ini. Benar kata Roger Hamilton, to know but not to do is not yet to know.

Orang Indonesia itu cenderung konsumtif dan mengutamakan penampilan ketimbang “isinya”. Naik gaji sedikit, langsung naik juga gaya hidupnya. Pola hidup besar pasak daripada tiang banyak terjadi terutama di perkotaan. Biarlah ngutang tapi “kelihatan” gaya. Padahal ini adalah “bad debt”.

Bagi kita orang bisnis, ini adalah peluang. Fakta bahwa orang Indonesia suka belanja harus dimanfaatkan oleh orang yang suka berjualan.

Ini adalah peluang bagi para pengusaha untuk meraup untung dari booming kredit konsumsi dan gaya hidup orang Indonesia ini.

Sebagai pengusaha, kita harus berpikir terbalik, melawan arus cara berpikir orang banyak. Buatlah usaha yang ditopang oleh kredit yang produktif (good debt) untuk meraup untung di tengah booming kredit konsumtif ini.

Masuk akal ya?

Iklan
Standar

12 thoughts on “Kredit Konsumtif Menyerbu Kita, Ini Peluang!

    • wah jangan sependek itu donk pak mengambil benang merahnya hehehe.. maksud tulisan diatas itu bukan kita mengambil peluang diatas penderitaan orang lain refer to (bad debt). tapi lebih kearah mengambil peluang berdasarkan perilaku masyarakat, karena bad debt itu terjadi karena perilaku yang tidak baik masyarakat itu sendiri. : )

      analoginya seperti perilaku masyarakat indonesia yang jarang menggosok gigi sehingga giginya bolong, apa sebagai dokter gigi kita mengambil untung diatas penderitaan sekelompok masyarakat itu. engga juga kan hehehe..

      Suka

  1. hahaha.. Kredit Tanpa Angsuran.. mau dong.. πŸ˜€
    saya sedang coba itu pak Roni. mohon do’nya.
    tapi u/ mencoba menangkap itu saya ‘terjerumus’ juga.
    but u/ modal..

    Suka

  2. baihaki berkata:

    waahh jadi inget jg 3 bln lalu minjem KTA, tapi untuk usaha yang sekarang masih impas dengan angsuran per bulannya : )
    lumayan untuk pemula : )

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s