Uncategorized

Persepsi Mendikte Realitas

Apakah burger McDonald’s lebih enak daripada Burger King?

Apakah jam tangan Rolex lebih baik ketimpang puluhan merek jam tangan lainnya?

Apakah Starbuck’s membuat kopi lebih enak dibandingkan Bengawan Solo?

Apakah RM Sederhana masakannya lebih enak daripada Natrabu?

Apakah OS Windows lebih baik daripada Macintosh?

Jawabannya relatif.

Mungkin ya, mungkin tidak.

Tapi, persepsi konsumen merasa lebih enak Starbucks daripada Bengawan Solo.

Seiring dengan waktu, sebagian besar brand dalam satu kategori cenderung menjadi sangat mirip. Perbedaan yang diperhatikan oleh konsumen diciptakan oleh brand-brand sendiri.

Menurut Al Ries, semakin besar pangsa pasarnya, semakin dominan brand-nya, semakin besar pula efek yang diberikan brand itu terhadap persepsi konsumen mengenai realitas.

Kuncinya adalah permainan persepsi melalui penguasaan pasar.

Iklan
Standar

4 thoughts on “Persepsi Mendikte Realitas

  1. koropedang berkata:

    betul mas,“permainan persepsi” begitu banyak diungkapkan sebagai kunci kemenangan. Saya pikir ini sesuai dengan perkataan pakar marketing Al Ries, “We are not in the battle of product, but perception.” Kita semua sekarang merasakannya, betapa perang persepsi yang disampaikan lewat media, baik dalam pemasaran, iklan, atau debat politik telah “memusingkan” kita semua.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s