Indonesiaku

Lindu Aji, Apa yang Terjadi dengan Negerimu?

Saya jarang mengikuti berita baik di TV maupun media lain yang menurut saya isinya negatif melulu.

Saya berusaha untuk tidak mengikutinya.

Namun, dengan pergaulan di dunia online, social media, mau tidak mau saya terpapar juga dengan berita-berita itu.

Tadi pagi di saya membaca status dengan hashtag #Lindu. Siapa itu Lindu? Apakah dia seorang tokoh yang belum saya kenal?

Saya search di Twitter dan Google. Ternyata Lindu adalah nama panggilan dari M. Lindu Aji, bocah berusia 4 tahun yang baru saja meninggal karena dibakar oleh ibunya bersama adiknya Dwi yang terusia 2,5 tahun. Lindu pergi menyusul ibu dan adiknya. Kabarnya, sang ibu depresi berat lantaran tidak punya uang Rp. 20.000 untuk membayar hutang.

Tiba-tiba ada perasaaan saya menjadi tidak jelas. Saya bingung. Tidak bisa berpikir. Saya tidak siap mendapati berita seperti ini.

Prihatin, marah, sedih, kecewa,… rasanya tidak ada kata-kata yang sepadan dengan perasaan yang saya alami pagi ini.

Kenapa ini bisa terjadi?

Ini siapa yang salah?

Apakah ini salah pemerintah yang tidak bisa membahagiakan rakyatnya secara struktural?

Apakah ini salah kita yang tidak peduli dengan saudara kita?

Apa yang sedang terjadi dengan negerimu ini Lindu?

Begitu murah harga nyawa manusia di negeri ini.

Maaf pembaca, biasanya saya selalu menulis dari sisi yang positif. Tapi kali ini saya begitu kesulitan melakukannya.

Iklan
Standar

8 thoughts on “Lindu Aji, Apa yang Terjadi dengan Negerimu?

  1. Iya pak, sy denger td di TV, mungkin bukan semata 20ribunya, tp himpitan kesulitan ekonomi selama ini sudah memuncak…

    Masih ada sisi baiknya, barangkali itu cara Allah “menegur” agar kita lebih peduli dan awas dengan lingkungan sekitar akan orang2 yang kesusahan. Segera kita menolongnya tanpa nunggu2 lagi.

    Suka

  2. Setelah seharian tdk buka timeline, td malam sekitar jam 1 kurang sy juga kaget, pak. Baru 5 menit yg lalu lihat ada tweet tentang rekening utk bantuan thdp #Lindu, eeh tiba2 disusul tweet lain yg menyebutkan bahwa dia akhirnya meninggal. Sy berandai2, andai saja ibunya #Lindu itu tetangga sy, sy ingin bantu dia. Uang 20ribu bagi kita mungkin kecil, cukup untuk membeli seporsi sate ayam, tapi bagi dia ternyata merupakan harga yg harus dibayar mahal: 3 nyawa. Miris 😥

    Suka

  3. iya pak, tadi pagi saya sempet bingung..tapi kemudian saya berfikir memang ini permasalahan bersama. Baik pemerintah maupun masyarakat. Semoga ramadhan tahun ini Allah memberikan Hidayah, Kesadaran baik pada para pejabat ataupun para rakyatnya……

    Suka

  4. dan terlepas apa yg tengah terjd di negeri ini..inti dr smua ini ada di iman, sjauh mana iman kita, kyakinan kita pd yg Mh Pencipta..smg kita dlindungi dr sgla kburukan..

    Suka

  5. Rasanya bukan hanya Pak Roni yang tersentak dengan berita ini.
    Semua pihak harus introspeksi mengenai hal ini.
    Jangan ada saling menuding, satu jari menuding pihak lain maka
    4 jari lainnya menuding diri sendiri.

    Ironis, tragis, menyedihkan.
    Di tengah negeri yang katanya TONGKAT KAYU JADI TANAMAN.
    di tengah mayoritas kaum yang katanya RAHMATAN LIL ALAMIN
    terjadi hal seperti ini.
    Apa jawaban kita nanti bila Alloh SWT menanyakan hal ini kelak
    di hari penghisaban kelak. Ampuni kami Ya Rabb.

    Suka

  6. Sunggu ironis memang permasalahan kalau sudah menyangkut uang,
    masalah model yang begini sempat terjadi juga di lingkungan rumah saya, hanya masalah uang 100 rb, diselesaikan dengan emosi dan adu kekuatan.

    ternyata uang bisa membuat orang senang, tetapi juga bisa membuat orang lupa diri yang lebih para lagi lupa kesadaran dan akal sehat.

    Suka

  7. icha berkata:

    ap yang terjadi dengan budaya bermasyarakat kita?pak RT?bu RT?tetangga?ap semuanya memang tutup mata?ato emang sama2 g punya duit….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s