Life, Minimalism

Dua Hari “Pisah Ranjang” dengan BlackBerry

Ternyata bisa juga kok “pisah ranjang” dengan BlackBerry.

Inilah kegiatan saya ber-diet BB sejak pagi ini.

Pagi-pagi, seperti biasa saya mengantarkan Vito sekolah. Selesai dia saya drop, saya langsung ke Citos menemui seorang teman TDA yang ingin bertemu.

Kami duduk di deretan bangku di depan Foodmart yang menurut saya tidak perlu memesan makanan atau minuman.

HP SonyEricsson jadul saya kantongi, sementara BB saya matikan dan diletakkan di dalam tas. Biasanya BB selalu saya pegang dan lirik sekali-sekali dalam setiap pertemuan seperti ini.

Done. Berhasil.

Selesai dari sana, saya menjemput Vito dan duduk di sampingnya di kursi tengah. Biasanya saya duduk di depan di samping supir sambil menggenggam BB dan selalu mengintipnya setiap saat.

Vito tampak heran tapi senang dengan perubahan perilaku Papanya ini. Ia dengan antusias bercerita tentang buku bergambar Elmo yang baru diperolehnya dari sekolah.

Di tengah perjalanan, saya teringat bahwa Vito biasanya makan siang di mobil. Hari ini ia dibekali spaghetti kesukaannya. Saya tawari ia untuk saya suapi. Tentu saja ia senang sekali dan ini sebuah kejutan buatnya. Biasanya mbaknya yang melakukan ini.

Apa yang saya rasakan dengan perubahan “gaya hidup” nir-BB ini? Saya lebih merasa connected dengan orang-orang yang “nyata” di dekat saya, bukan orang-orang yang jauh di dunia maya sana.

Saya masih tetap membuka BB, tapi hanya untuk mengecek apakah ada email penting dari klien yang perlu dijawab segera. Selebihnya, BB saya matikan dan saya pakai SonyEricsson bekas properti kantor.

Saya tidak ingin ekstrim terputus sama sekali atau disconnected, tapi yang saya lakukan adalah less-connected. Supaya bisa more-connected dengan di mana saya berada saat itu dengan orang-orang di dekat saya.

Oke sampai di sini cerita saya. Saya mau pulang dulu, karena sore ini saya mau more-connected dengan teman-teman founder TDA yang akan berkumpul berbuka puasa bersama sore ini di Tebet.

Standar

One thought on “Dua Hari “Pisah Ranjang” dengan BlackBerry

  1. Peribahan-perubahan kecil seperti ini, suatu saat akan bertemu momentumnya, melahirkan percikan-percikan ilham yang akan mengantar seseorang yang mengalaminya membuat inovasi baru. Believe me, aku sering mengalaminya..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s