Life, Minimalism

Kehilangan BlackBerry dan Hikmahnya

Pagi ini, seperti biasa saya mengantarkan Vito sekolah. Sambil menungguinya, saya dan istri biasa nongkrong di Citos.

Sesampai di Citos, saya menuju toilet. Entah mengapa, kali ini Vino – adiknya Vito – memaksa untuk ikut masuk ke toilet.

Akhirnya saya ajak ia masuk dan saya minta untuk berdiri di dekat dinding dan tidak ke mana-mana. BlackBerry (BB) di genggaman, saya letakkan di atas tembok urinoir.

Begitu selesai, perhatian saya langsung kepada Vino, khawatir ia berjalan-jalan dan memegang sesuatu yang kotor. Saya langsung lupa dengan BB itu. Kami pun keluar dan bermain-main gendong-gendongan, sambil menunggu mamanya juga keluar dari toilet wanita.

Selang 2-3 menit, saya baru teringat bahwa gadget itu tidak ada di kantong celana. Saya bergegas kembali ke toilet dan ia sudah lenyap.

Saya tidak panik. Mungkin sudah waktunya hilang. Saya ikhlaskan saja. Saya tidak melapor. Saya coba menghubungi nomor itu, tidak diangkat. Ya sudah.

Saya menelpon Pak Iim Rusyamsi untuk bertanya apa yang harus dilakukan untuk mengamankan akun-akun yang bisa disalahgunakan. Alhamdulillah, semua password sudah diganti. Saya juga sudah umumkan via Twitter dan Facebook kepada teman-teman saya.

Apa hikmahnya?

Lain kali kalau pipis jangan multitasking sambil menjagai anak🙂

Hikmah lain, mungkin sudah waktunya saya tidak terlalu berhubungan erat dengan gadget ini. Artinya, mungkin ini pertanda supaya saya tidak selalu connected dengan internet. Pada tingkat tertentu, BB itu bisa menjadi pengganggu konsentrasi kita karena selalu menginterupsi perhatian kita.

Terus terang, sejak memakai BB, jumlah buku yang saya baca menurun drastis. Waktu 1-2 jam per hari bisa melayang untuk perangkat segengggaman tangan ini.

Saya akan coba hidup tanpa BB dulu alias disconnected. Istilahnya diet dulu lah. Saya akan balik ke “cara lama”, yaitu menggunakan laptop dan HP biasa saja (tapi bisa buat Twitteran via SMS). Kalau berhasil lewat seminggu-dua minggu, artinya tingkat ketergantungan kepada benda ini tidak terlalu tinggi. Saya tidak perlu menggantinya dengan yang baru.

Go manual, less connected, less distraction… Hehehe…

Mudah-mudahan bisa lebih produktif tanpa BB.

Standar

13 thoughts on “Kehilangan BlackBerry dan Hikmahnya

  1. BB cuma alat lho mas.
    Tergantung kita mau memanfaatkannya seperti apa.
    Saya sempat terpikir untuk menghindari BB, iPhone, Android dan sejenisnya.
    Tapi saya berubah pikiran, saya sebaliknya memanfaatkan sebaik mungkin, bukan dimanfaatkan oleh alat.

    Suka

  2. Sbg org yg pernah mengelola properti spt Citos, jika sgera mlapor maka scrty bisa sgera menangkapnya krn sy biasanya mendesign posisi kamera di beberapa tempat untuk antisipasi hal2 spt ini. Dari CCTV bisa dicetak wajah2 pengguna toilet stlh bang rony menggunakannya. Saat itu juga semua scrty sdh pegang wajah pengambilnya dan pengambil BB tsb dijamin ga akan bisa kluar dr Mall tsb…. Tapi kalo ga nglapor ya ga pA pa juga, ngurang2in kerjaan
    Smoga ganti BB yg lbh canggih, atau migrasi ke iphone? Naaa ini hikmahnya bukan?

    Suka

  3. Terima kasih atas tanggapan dan dukungannya. Saat ini saya belum memutuskan untuk mengganti dengan yang baru. Saya coba dulu hidup tanpa BB untuk beberapa waktu. Kalau kuat dan tidak terjadi apa-apa; artinya produktivitas tidak menurun, tidak ada mitra yang komplain, artinya saya bisa lanjutkan hidup tanpa BB.

    Suka

  4. sy pernah mengalami hal spt itu tapi yang tidak habis pikir itu terjadi di masjid. netbook, hape dan konci motor saya raib diembat pencuri, ketika sy sdg shalat berjamaah. mo gimana lg sudh ilang ya ridho aja toh nyesel jgkg bkl blk lg. sya prcya…satu diapit oleh dua kemudahan… keep waspada dimana aja

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s