Mindset

Lakukan Saja, Tidak Perlu Tahu Banyak Sebelum Bertindak

Waktu kuliah, saya punya seorang teman. Badannya kurus, berkacamata tebal, suka membaca dan pemikir ulung.

Suatu hari saya lihat ia membawa buku besar bergambar tentara sedang latihan. Bukunya berbahasa Inggris berjudul “Latihan Aerobic Sederhana ala Marinir Amerika”. Ia baru saja membelinya. Rupanya ia ingin menambah berat badan dan membuat tubuhnya lebih kekar.

Saya tertarik sekali dengan buku itu dan ingin menfotokopinya. Dengan senang hati ia mengijinkannya.

Sampai di rumah langsung saya praktekkan gerakan-gerakannya itu. Memang sederhana dan mudah. Saya langsung merasakan manfaatnya.

Seminggu kemudian saya bertemu lagi dengan teman itu dan bertanya bagaimana dengan latihan yang dipraktekkannya dari buku itu.

Saya kaget dengan jawabannya,”Saya belum mempraktekkannya, karena saya masih menterjemahkannya”.

Saya tertawa terbahak dengan jawaban teman ini. Buku itu begitu simple. Tulisannya pun cuma sedikit, penuh dengan ilustrasi foto. Tinggal kita tiru saja gerakan yang diilustrasikan itu, beres.

Ia membuatnya jadi rumit dengan analisa sebab akibat dan segala risiko yang akan ditimbulkannya ๐Ÿ™‚

Ya, mungkin karena ia seorang “pemikir” (saya sering berdiskusi panjang lebar dengan dia mengenai apa pun), maka apa pun itu selalu dibuatnya jadi saintifik, padahal buku itu bukan buku sains, melainkan buku aplikatif. Tinggal contek gambarnya, beres.

Teman ini banyak tahu, dan pengetahuan itu menjadi “penjara” baginya untuk segera bertindak. Pengetahuan itu membuatnya memperumit segala sesuatu yang sebenarnya simpel-simpel saja.

Dalam bidang yang lain, sosok teman saya ini mewakili mayoritas kita yang terlalu banyak berpikir dan mempertimbangkan ketimbang bertindak.

Robert Shemin, penulis “How Come That Idiot’s Rich and I’m Not?” mengkritik cara berpikir seperti ini dengan caranya. Ia menantang untuk berpikir terbalik. Tidak perlu tahu terlalu banyak sebelum bertindak.

Kunci sukses saya bukanlah apa yang saya ketahui, tapi apa yang tidak saya ketahui, tulisnya.

Dalam konteks membangun kekayaan, ia memberi tiga cara orang “idiot tapi kaya” melakukannya:

– Mereka mengetahui fakta dasarnya

– Mereka mencocokkan fakta-fakta tersebut dengan orang yang telah sukses melakukannya.

– Mereka mengikuti insting yang mereka percayai dan berfokus mengambil tindakan.

Screw it, and let’s do it!, kata Richard Branson.

Iklan
Standar

2 thoughts on “Lakukan Saja, Tidak Perlu Tahu Banyak Sebelum Bertindak

  1. Mantab pak… Saya 2juta persen setuju dgn ini. Terkadang apa yg kita ketahui justru akan membuat kita enggan melakukannya… Saya ssendiri memilih utk jualan baju anak meski saya tidak pny banyak pengetahuan soal fashion… Lebih baik begitu,jd saya tidak akan tau bedanya gagal dengan belajar..hehehe…

    Inspiring post,sir ! ๐Ÿ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s