Life, Minimalism

My 10 Essentials To Enjoy Life

Terinspirasi dari tulisan Leo Babauta di mnmlist.com (sebaiknya anda membaca dulu link tersebut sebelum lanjut membaca tulisan ini), saya juga mau coba buat versi saya.

Ini adalah daftar 10 hal esensial yang menjadi bagian hidup saya sehari-hari.

1. Pakaian. Setiap hari saya memakai jeans dan t-shirt/polo shirt merek sendiri, Actual Basic. Kalau ada keperluan menghadiri undangan atau diundang untuk berbicara saya juga memakai produk sendiri, biasanya baju koko atau batik dari Manet. Saat ini mampir 80% baju saya adalah produk sendiri. Untuk celana, saya masih membeli jeans dari merek ternama dengan pertimbangan kualitas yang membuatnya tahan lama.

2. Minum. Saya cukup banyak minum air putih. Biasanya 3 gelas di pagi hari yang bikin. Satu gelas saya campur dengan klorofil produk dari K-Link yang sudah lama saya konsumsi. Sekali-sekali saya ngopi juga, tapi belakangan kalau nongkrong di mall saya selalu mencari teh tanpa gula.

3. Makan. Beberapa bulan lalu saya diingatkan karena kolesterol sudah mencapai 216, dari batas toleransi maksimal 200. Ini mungkin karena kebiasaan makan seafood terutama udang dan kepiting, juga gorengan.

Di rumah, saya sudah meninggalkan makanan bersantan, tapi untuk yang digoreng masih sulit. Beberapa hari ini saya lebih ketat lagi menjaga makanan dengan mencoba mempraktekkan tips dari buku Miracle of Enzyme karya Hiromi Shinya. Saya coba mengurangi makan nasi putih, diganti dengan oats, roti gandum, nasi merah, kacang-kacangan, buah dan sayur. Memang rasanya kurang enak. Sesekali saya masih akan makan enak (baca: kurang sehat), tapi akan terus dikurangi frekuensinya.

4. Olah raga. Olah raga saya sekarang sangat sederhana: jalan kaki, bersepeda dan senam. Olah raga seperti ini tidak membutuhkan biaya yang mahal dan komitmen waktu yang ketat terjadwal. Saya pernah ikut gym, tapi malah terbebani dengan jadwal yang sulit ditepati dengan personal trainernya, sehingga mubazir. Akhirnya saya memutuskan untuk berolah raga yang murah saja tapi konsisten.

5. Hiburan. Buku, jazz dan bersama keluarga. Buku adalah sarana hiburan utama saya untuk menikmati hidup. Saya bisa memilih topik apa pun yang saya suka untuk menghibur diri. Makanya saya suka baca 2-3 buku berbarengan dengan topik berbeda, misalnya bisnis dikombinasi dengan novel sastra.

Menikmati jazz juga sudah menjadi kebiasaan saya sejak lama. Saya biasa menikmatinya di pagi hari saat pikiran masih fresh untuk memulai hari (saya hampir tidak pernah menonton berita di TV). Sambil menulis postingan ini saya mendengarkan lagu-lagu dari trumpetis Chris Botti.

Waktu bersama keluarga begitu saya nikmati dan sangat membahagiakan, meski pun kadang perlu menambah urat sabar juga dengan tingkah polah anak-anak yang masih balita. Over all, saya sangat menikmati waktu bersama keluarga.

6. Alat/tools/gadget. Setelah kehilangan BlackBerry yang jadi alat utama saya untuk banyak hal, sekarang saya hanya mengandalkan sebuah HP Samsung Corby yang kemampuannya terbatas. Saat ini bagi saya yang penting bisa SMS dan nelpon dan sekali-sekali update status di Twitter.

Selain itu saya banyak menulis dan melakukan riset online lewat netbook. Beberapa bulan belakangan ini saya malah “go manual” lagi dengan membawa pulpen dan notebook (buku kecil yang muat di kantong celana) untuk mencatat apa pun yang menurut saya penting untuk ditulis. Menulis dengan pulpen sekarang menjadi keasyikan tersendiri karena telah digantikan oleh keyboard. Saya sekarang begitu menikmati menulis dan membaca tulisan saya sendiri di buku catatan.

Saat ini saya sedang mempertimbangkan iPad atau Galaxy Tab. Memang ada kebutuhan untuk itu. Tapi di sisi lain saya juga berpikir apakah kebutuhan itu tidak bisa didapat dari alat yang sudah ada dengan mengoptimalkan penggunannya?

7. Tempat mencari inspirasi. Kalau Leo menuliskan taman, pantai dan pegunungan, saya juga mengamininya. Namun karena tuntutan bisnis, saya juga harus mencari inspirasi dikeramaian pasar, pertokoan atau mall. Di rumah, saya punya tempat khusus yaitu kursi goyang di teras belakang sambil mendengarkan gemericik air terjun atau gazebo di taman depan yang rimbun oleh pepohonan.

Nampaknya saya hanya bisa sampai angka 7 saja, karena memang tidak terpikirkan lagi apa yang mau ditambahkan.

Tulisan ini adalah untuk mengingatkan diri saya sendiri bahwa untuk menikmati hidup tidak perlu dengan segala hal yang mahal dan branded. Kebahagiaan itu ada di sini (di dalam diri kita) dan saat ini juga. Kebahagiaan itu harus menurut versi kita sendiri, bukan versinya tetangga, bukan versinya konsultan anu, ahli anu atau majalah anu.

Standar

3 thoughts on “My 10 Essentials To Enjoy Life

  1. hidup itu plihan, termasuk kebahagiaan sendiri itu emang kita yang menentukan dan mengarahkan sebaik-baiknya. menurut saya, kebahagiaan itu benar” bisa dirasakan ketika kita menikmatinya dan mensyukurinya….

    nice share pak..

    blogwalking ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s