Life, Minimalism

Jakarta By Any Means

Sekali-sekali kita perlu keluar dari rutinitas, kebiasaan.

Terinspirasi dari tulisan Leo Babauta berjudul Lesson from A Car-Free Life, plus menonton program By Any Means di BBC Knowledge, kemarin saya memutuskan untuk mengajak anak-anak berkunjung ke rumah neneknya dengan alat transportasi umum Jakarta.

Bayangkan, dari Ulujami ke Pademangan, dari ujung ke ujung.

Kalau dibayangkan, tidak akan jadi-jadi. Maka, dilakukan saja dan enjoy pengalamannya.

Ternyata, hasilnya luar biasa. Vito dan Vino begitu senang. Istri saya yang awalnya ragu, malah excited setelah mengalaminya.

Dari rumah kami naik angkot putih (sejenis mikrolet), kemudian naik Metromini ke Terminal Blok M. Naik Metromini dan masuk terminal adalah pengalaman pertama bagi Vito (3 tahun) dan Vino ( 1,5 tahun).

Mereka terbengong-bengong melihat banyaknya orang di dalam bis yang turun naik penjual asongan dan pengamen, suara mesin yang menderu-deru dan terpaan angin yang cukup kencang.

Kepada Vito saya titipkan uang untuk diberikan kepada pengamen. Di sini mereka melihat banyak kenyataan sosial di Jakarta. Inilah kehidupan.

Naik busway adalah pengalaman kedua buat mereka. Tapi tetap membuat mereka terpesona karena naik mobil yang begitu besar, duduk di depan dengan pemandangan luas ke depan. Setiap melihat gedung atau patung, mereka berteriak kesenangan.

Bahkan Vito memberi nama patung di dekat Ratu Plaza itu dengan nama “Patung Malu”, karena patung itu nyaris telanjang dan hanya selembar kain menutupi bagian vitalnya.

“Malu iih, patungnya nggak pake Pampers”, teriak Vito yang diamini oleh adiknya.

Turun di halte Harmoni menuju jurusan Ancol, barulah agak berat. Ternyata penumpang begitu banyak karena liburan. Saya tidak kebagian tempat duduk dan terpaksa menggendong Vito sampai halte tujuan yang dilanjutkan dengan naik bajaj yang sistem remnya sangat unik: cukup dengan menepuk pundak supirnya🙂.

Sesampai di rumah nenek pun saya ajak lagi mereka berkeliling dengan kendaraan langka di Jakarta: becak.

Bukti bahwa mereka begitu enjoy adalah ketika akan pulang di malam harinya. Serentak mereka menjawab ingin naik bis. Padahal mama dan neneknya ingin naik taksi saja karena sudah malam dan khawatir mereka sudah lelah dan mengantuk.

Maka, kami pun mengikuti keinginan mereka untuk naik busway lagi dari Kota. Hebatnya, Vino tidak terlelap di perjalanan. Matanya tetap membelakak melihat apa pun di sekitarnya dan di luar kaca bis.

So, dalam sehari kemarin Vito dan Vino telah menjajal keliling Jakarta by AnyMeans dengan naik Mikrolet, Metromini, Busway, bajaj dan becak. Sebuah pengalaman baru dan menarik buat mereka.

Sekali-sekali kita perlu memecahkan belenggu rutinitas dan kebiasaan itu. Dengan demikian kita bisa melihat hal-hal baru di luar dugaan, wawasan baru, pengalaman baru, meski pun tidak semuanya mudah dijalani. Karena di situlah letak keasyikannya.

Life is a journey, not a destination.

Standar

5 thoughts on “Jakarta By Any Means

  1. Wah, pengalamannya yang unik dan inspiratif.
    Betul sekali Pak Roni. Sesekali anak-anak kita perlu diberikan pengalaman
    yang berbeda dari biasanya. Seringkali dengan berbagai fasilitas
    serba ada membuat mereka menjadi manja dan tidak sensitif.
    Biar anak-anak kita pun dapat merasakan susah dan beratnya kehidupan.
    Hehehe jadi pingin ikut pengalamannya. Seru juga kayaknya naik busway
    keliling Jakarta. Terima kasih.

    Suka

  2. Farhan berkata:

    Mantap pak pengalamannya, kmaren pun saya pernah biasanya ke kantor naek motor tp karena motor mogok parah. Saya harus naek angkot dan becak selama 1 minggu, memang aga capek tp jadi view baru dan lumayan memberi inspirasi😀

    Farhan_Tangerang

    Suka

  3. Kalau saya udah lama lakukan seperti itu pak. Malah anak saya ingin ke mall pakai motor saja, gak mau naik mobil kami lagi. Anak saya malah, cewek keduanya. Dan saat pulang kampung juga, dari naik pesawat, kapal, ferry, naik becak motor, kereta api, sudah mereka lakoni. Naik bendi juga pernah pak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s