Business, Mindset

Memutuskan Hubungan dengan Mitra

Hari ini saya terpaksa memutuskan hubungan dengan seorang mitra.

Saya sudah berusaha sefleksibel mungkin untuk memenuhi keinginannya.

Namun, pada satu titik saya harus mengatakan tidak bisa.

Fleksibilitas itu harus ada batasnya.

Di satu sisi kita harus fleksibel. Di sisi lain kita juga harus punya ketegasan dan sikap.

Kalau semuanya fleksibel, di mana aturannya?

Saya berusaha mengacu kepada ajaran Stephen Covey, mencari titik keseimbangan win – win untuk kedua belah pihak.

Kalau titik itu tidak tercapai, ya jangan dipaksakan.

Win – win itu jangan bersifat manipulatif. Ada satu pihak yang “menang” dan pihak lain “merasa menang” alias “mengalah”.

Itu bukan win – win namanya.

Kedua belah pihak harus win.

Kedua belah pihak harus sama-sama happy.

Kedua belah pihak harus sama-sama nyaman dengan hubungan itu.

Kedua belah pihak harus sama-sama ikhlas.

Barulah terjadi deal yang diberkahi.

Kalau itu tidak tercapai, sebaiknya saling memaafkan. Jangan dipaksakan.

Mungkin bukan jodohnya.

Iklan
Standar

2 thoughts on “Memutuskan Hubungan dengan Mitra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s