Life

Evaluasi Kehidupan Menjelang Akhir Tahun

Yes, sebentar lagi tahun 2010 akan berakhir.

Saatnya menimbang-nimbang, mengevaluasi apa saja yang telah diperbuat dan dicapai tahun ini.

Seorang teman di Twitter menulis bahwa seluruh targetnya tahun ini telah tercapai. Waw, hebat sekali.

Anda pun tentunya punya target-target tahun ini. Saya doakan semuanya tercapai.

So, are you happy now?

Untuk menjawab pertanyaan soal itu gampang-gampang susah. Untuk mencapai kebahagiaan, bukan tercapainya target sebagai ukurannya.

Tanpa tercapainya target itu pun kita seharusnya sudah merasa bahagia. Toh, bahagia itu tak harus bersyarat kata Arvan Pradiansyah.

Kita bisa bahagia saat ini juga.

Bahagia itu tercapai pada saat semuanya pada kondisi seimbang, pada proporsinya.

Misalnya target anda membeli rumah tercapai tahun ini tapi setiap hari anda berantem terus dengan istri. Itu tidak seimbang. Tidak bahagia.

Misalnya target anda tercapai tahun ini tapi harus mengorbankan sedemikian banyak waktu untuk keluarga. Itu juga tidak seimbang, tidak happy.

Kemarin seorang teman bercerita tentang ibunya yang datang dari Semarang tapi belum sempat ia jenguk di rumah adiknya karena ia sibuk.

“Mama saya harusnya ngerti dong, saya kan lagi banyak kerjaan”, keluhnya kepada saya.

Ibunya balik menuduhnya bahwa ia tidak memperhatikan orang tua. Waktu 1-2 hari saja ia tidak punya untuk orang tua, sedangkan ia sering melakukan perjalanan ke luar negeri berminggu-minggu.

“Ibu anda benar”, kata saya.

Apa yang kita katakan teman saya kepada ibunya itu tidak penting. Tapi apa yang dirasakan si ibu itulah yang penting.

Sambil menulis ini saya jadi teringat dengan janji akan mengajak orang tua kami (saya dan istri) untuk jalan-jalan, tapi belum kesampaian😦

Mereka pasti maklum dengan kondisi kami. Tapi apa yang mereka rasakan dengan penundaan ini, saya tidak tahu.

Dalam menetapkan target, kita tidak bisa memfokuskan kepada beberapa hal saja, misalnya bisnis dan keluarga saja.

Kita sebagai manusia dibebani peran oleh Allah sebagai khalifah yang punya banyak peran di muka bumi ini.

Ada peran sebagai pengusaha, peran sebagai orang tua, sebagai suami, peran sosial, peran sebagai kakak/adik, sebagai paman, sebagai anggota masyarakat. Masing-masing peran menuntut tanggung jawab untuk dipenuhi haknya.

Jika terjadi ketidakseimbangan antar peran-peran itu, akan memicu masalah, kita menjadi merasa bersalah dan ujungnya membuat kita tidak bahagia.

Saya pernah dikritik adik karena terlalu sibuk dengan bisnis dan kurang perhatian dengan orang tua. Saya berdalih bahwa saya sudah melakukan ini itu untuk orang tua. Tapi ternyata yang dimaksud oleh adik saya adalah waktu dan perhatian. Sejak itu saya sadar dan berubah.

Ada sebuah buku jadul yang saya baca sejak jaman kuliah dari Denis Waitley yang masih saya rujuk sampai sekarang. Ia membuat semacam model “roda kehidupan” yang jika roda itu utuh bulat dan besar, maka ia (kehidupan) itu akan menggelinding mulus. Artinya hidup kita seimbang.

Saya akan coba tampilkan ditulisan ini, dengan sedikit modifikasi, karena agak sulit dan panjang jika saya tampilkan utuh.

Roda kehidupan versi Waitley itu ada 7 aspek, yaitu: sosial, spiritual, fisik, keluarga, keuangan, profesional/bisnis, dan mental.

Sekarang, coba jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memberi poin.

Pertanyaannya adalah: seberapa puaskah saya dengan kehidupan saya?

Jawaban:

– Biasanya puas = 2 poin

– Terkadang puas = 1 poin

– Tidak puas = 0 poin

Apakah saya puas?

1. Apakah saya puas dengan kehidupan sosial saya? (banyak teman, dukungan masyarakat, memberi kontribusi untuk masyarakat)

2. Apakah saya puas dengan kehidupan spiritual saya? (hidup sesuai tuntunan Tuhan dan hati nurani)

3. Apakah saya puas dengan kesehatan fisik saya? (selalu fit)

4. Apakah saya selalu puas dengan kehidupan keluarga saya? (dengan istri/suami, anak-anak, orang tua, adik-kakak, famili)

5. Apakah saya selalu puas dengan kehidupan keuangan saya? (punya cash flow yang sehat dan positif, investasi yang terus tumbuh dan terproteksi)

6. Apakah saya puas dengan kehidupan profesional/bisnis saya? (karir/bisnis terus bertumbuh, meraih peluang-peluang dan tantangan baru)

7. Apakah saya puas dengan kehidupan mental saya? (banyak berinvestasi untuk menambah ilmu dan pengetahuan)

Jumlahkan semua poin anda: ………

Jika jumlahnya kurang dari 7 poin, berarti ini saatnya untuk melakukan perubahan fundamental dalam hidup. Mulai hari ini!

Silakan dijawab ya.

Saya pun mau menjawab versi saya….

Standar

4 thoughts on “Evaluasi Kehidupan Menjelang Akhir Tahun

  1. ketika apa yang kita inginkan tercapai kita senang, tapi apakah kita bahagia? sebuah pertanyaan yang sulit dijawab. Tp semoga khidupan kita di tahun baru ini lebih berkualitas secara spiritualitas dan materi.amin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s