Life, Minimalism

Being Present

Saya suka membaca status teman-teman di Twitter atau di Facebook yang menyatakan status kekiniannya:

“Lagi menikmati soto ceker di pinggir jalan. Mak nyuss!”

“Menikmati perjalanan ke kantor naik busway”

“Bermain-main dengan anak-anak”

“Lagi baca buku Paulo Coelho: Brida”

“Secangkir teh sebagai teman mengisi sore sepulang kantor”

“Menikmati udara pagi yang masih segar”

Bagaimana perasaan anda ketika membacai status-status seperti ini?

Hidup ini terasa indah ya?

Apakah status-status seperti ini mempunyai efek menular?

Ya, pasti.

Ketika saya membaca status teman seperti ini, saya yang bangun pagi dalam keadaan masih mengantuk dan kurang bersemangat, langsung berubah jadi semangat.

Kebanyakan kita hidup dengan bayang-bayang masa lalu, mengkhawatirkan masa depan dan melupakan hari ini.

Padahal, dalam bahasa Inggris hari ini itu disebut “present” atau hadiah. Ya, hari ini adalah hadiah.

Ada seorang teman yang setiap makan bersama saya selalu diselesaikan dengan cepat. Ia seperti tidak menikmati makanan yang lumayan istimewa itu.

Saya perhatikan, saat makan ia tidak tenang, pikirannya berputar terus, seperti memikirkan banyak rencana. Ia tidak menikmati “hadiah” di hadapannnya, makanan lezat yang terhidang di atas meja.

Beda sekali dengan saya. Saya terbilang lambat dalam hal menyantap makanan. Saya kunyah pelan-pelan. Saya nikmati betul. Syarat mengunyah minimal 30 kali itu selalu saya penuhi. Saya tidak terlalu memikirkan apa yang akan terjadi setelah makan ini. Life goes on. Nikmati saja seperti Indiana Jones menikmati petualangan.

Bagaimana anda merespon hari ini tergantung kepada tujuan anda, tulis Spenser Johnson.

Jika anda ingin lebih bahagia dan lebih sukses, hadirlah pada masa sekarang.

Jika anda ingin masa sekarang lebih baik dari pada masa lalu, sekaranglah waktunya belajar dari masa lalu.

Jika anda ingin masa depan lebih baik daripada sekarang, sekarang waktunya merencanakan masa depan.

Di tahun 90-an ada film serial menarik di TVRI, namanya Twin Peaks. Dale Cooper adalah seorang agen FBI yang suka makan donat dan minum kopi.

Ia sering berkata “setiap hari, berilah dirimu paling tidak sebuah hadiah, walau pun itu hanya secangkir kopi”.

Selamat menikmati “hadiah” hari ini.

Standar

7 thoughts on “Being Present

  1. djoko berkata:

    Thanks Pak Roni, anda sahabat saya walaupun kita belum kenal, walaupun jauh anda tetap dekat dihati para pembaca seperti saya. Tetaplah seperti air hujan yang menyirami, biji bijian dan tanaman agar biji& Tanaman Tumbuh dan berkembang menjadi pohon yang berbuah. salam Sukses untuk semua.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s