Life

Memahami Berbagai Kebetulan

Saya mengajak anda untuk sejenak mengingat ke belakang dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Kenapa anda berada di kondisi sekarang ini?

Kenapa anda bekerja atau berbisnis seperti saat ini anda lakukan?

Kenapa anda tinggal di tempat yang anda diami saat ini?

Kenapa anda berpasangan dengan seseorang yang saat ini menjadi teman hidup anda?

Atau, kenapa anda memilih untuk membaca blog ini? 🙂

Coba ingat-ingat, adakah peristiwa-peristiwa kebetulan yang terjadi yang membuat anda berada pada kondisi seperti sekarang ini?

Adakah peristiwa kebetulan yang kemudian membuat anda tinggal di rumah yang sekarang anda tempati?

Adakah peristiwa kebetulan yang menjadi penyebab anda memutuskan menjalankan bisnis seperti sekarang ini?

Pernahkah anda mengingat seorang teman yang sudah lama tidak bertemu, kemudian tiba-tiba teman itu menelpon anda?

Pernahkan anda menginginkan sebuah informasi dan tiba-tiba informasi itu terhidang di hadapan anda?

Pernahkah anda secara kebetulan bertemu dengan orang-orang tertentu yang kemudian mengubah arah hidup anda?

Saya pernah dan bahkan sering mengalami hal seperti ini.

So, apa artinya semua peristiwa kebetulan itu? Apakah semua itu hanyalah kebetulan saja, atau ada sesuatu di baliknya?

Menurut saya, semua itu bukanlah kebetulan belaka yang berdiri sendiri tanpa makna.

Menurut saya, itu adalah cara Tuhan memberi tahu kita untuk menyadari sesuatu atau melakukan sesuatu. Itu adalah cara Tuhan memberi tahu untuk menjalani takdir kehidupan kita.

Pada tahap tertentu, kita merasa kejadian-kejadian tersebut memang ditakdirkan terjadi, memang seharusnya terjadi pada saat yang tepat agar hidup kita bergerak menuju arah baru yang lebih bermakna.

Abraham Lincoln mengisahkan salah satu kebetulan seperti itu yang terjadi pada masa mudanya.

Saat itu Lincoln merasa harus memiliki tujuan hidup yang lebih daripada sekedar menjadi petani atau tukang kayu seperti para penduduk lain di komunitas tempat tinggalnya di Illinois.

Suatu hari ia bertemu pedagang keliling yang jelas sedang dalam kesulitan besar.

Pedagang itu memintanya membeli segentong tua penuh barang yang sebagian besar rongsokan, dengan harga satu dolar.

Lincoln dapat dengan mudah menolak tawaran pedagang gagal tersebut, namun ia memberi orang itu uang dan menyimpan barang-barangnya.

Beberapa saat setelahnya, ketika ia membersihkan gentong tersebut, di antara kaleng-kaleng rombeng dan alat-alat bekas, Lincoln menemukan satu set lengkap buku-buku hukum yang kemudian ia pelajari untuk menjadi pengacara.

Akhirnya ia memenuhi tujuan hidupnya yang luar biasa.

Apakah anda juga pernah mengalami peristiwa kebetulan seperti ini?

Bagi dong, ceritanya.

Iklan
Standar

10 thoughts on “Memahami Berbagai Kebetulan

  1. Tahun2003, dalam ujian skripsi, seorang dosen berkata : klo kamu jdi pedagang, jadilah pedagang yg lain dari pada yng lain (berbeda dari biasanya). Tahun 2004 saya ikut berdagang dgn kakak, internship. Tahun 2006 tanggal 23 desember, saya baca koran tentang berbisnis online lewat internet. Dari situ, saya ‘nyasar’ di sini (sampai sekarang).

    Tahun 2010, sya coba buat situs dagang online, dan mulai ‘ngeh’ mungkin ini maksud dosen saya waktu itu, menjadi pedagang yg berbeda dari yg lain (lain dari ortu dan kk).

    Tanggal 19 Des’ 2010 saya berkomentar di situs ini dengan isi sebagai berikut :

    Assalamu’alaykum,

    Pak Roni, kalau saya mau menawarkan kerjasama tentang sesuatu*, kemana sebaiknya saya kirim proposalnya.. thq.

    Wassalamu’alaykum
    Ardi
    *sengaja tidak disebutkan dulu di sini…

    NB.: Maaf kalau oot (out of topic)

    Karena blum ada respon, eh ternyata Pak Roni posting dengan judul di atas dan diakhiri dengan kata2 : Bagi dong, ceritanya.

    Akhirnya saya berbagi cerita disini… #kebetulan sekali… 🙂 🙂 🙂

    Suka

  2. Memang tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Semua mengikuti sesuatu yang telah terprogam.”Seseorang akan dimudahkan dalam perkara yang dia memang diciptakan untuk itu,” kata ahli hikmah. Siapa sangka Barack Obama seorang berkulit hitam yang suka makan bakso dan nasi goreng, tinggal di menteng dalam akhirnya bisa menjadi presiden negara adidaya?

    Suka

  3. @ Kang Bambang: Saia setuju. Oh ya, mungkin maksudnya bukan kata ahli hikmah, melainkan itu adalah hadits (ucapan Nabi SAW). Setelah saya googling, ketemu, ini dia haditsnya :

    Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, sudahkah dikenal para penduduk neraka dan penduduk surga?” Jawab Rasulullah: “Sudah.” Lalu ia kembali bertanya: “Kalau begitu untuk apa manusia beramal ?” Rasulullah SAW menjawab: “Mereka beramal untuk apa dia diciptakan dan menurut apa yang dimudahkan kepadanya”. (Hadits Riwayat Bukhari).

    Suka

  4. saya sedang survey oleh2 khas malang (keripik tempe dan keripik buah) di sebuah toko untuk saya jual kembali scr online. Dari sekian banyak keripik tempe dan keripik buah yang telah saya jual, saya sangat tertarik dengan 1 merk, sebut saya AA. Kualitas produknya bagus, rasanya pun enak.
    Saya ingn datang ke pabrik keripik ini supaya dapat harga grosir, tapi tidak ada petunjuk tentang pabrik ini di kemasannya, saya bertanya dengan pihak toko tetapi mereka pun tidak tahu (atau tidak mau memberi tahu yaa..)
    Saya bayangkan pabrik ini pasti ada di sebuah sentra industri keripik buah dan tempe di malang. kapan2 saja saya luangkan waktu khusus untuk berkeliling sentra itu, pokoknya harus saya temukan.
    Besoknya, saya kerumah seorang teman untuk mengantar barang. entah kenapa sayapun nyasar. saya sadar setelah saya sampai di jalan besar menuju terminal. Wah, saya harus putar balik. sambil saya tengok untuk menyeberang ternyata tepat di hadapan saya adalah konter dr pabrik keripik buah yang saya cari.
    Subhanalloh..

    Suka

  5. suatu hari, saya datang di sebuah bazar buku. di sana ada buku yang ditulis oleh penulis muda yang umurnya satu tahun lebih tua dari saya (sekarang saya 25, waktu itu, saya 22 dan penulis itu 23), yang bikin saya kaget luar biasa adalah dalam daftar pustakanya, banyak sekali buku yang menjadi rujukannya. saya terheran-heran. mulai saat itulah, saya memutuskan untuk menulis buku. kemudian saya ngebut baca buku sebanyak-banyaknya. akhirnya, selama dua tahun ini, saya menjadi penulis. berawal dari ketidaksengajaan bertemu dengan buku tersebut.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s