Books and Learning, Life, Motivasi

Inspirator

Kebiasaan bagus di Twitterland di mana setiap pagi para penghuninya saling bertegur sapa dengan kata-kata positif.

Pagi ini saya mendapat sapaan yang begitu indah dari beberapa penduduk Twitterland yang menyebut saya sebagai inspirator, motivator atau gurunya.

Saya merasa terhormat dengan “gelar” ini.

Meski begitu saya lebih merasa cocok dengan kata “inspirator”. Mungkin ada perilaku saya yang menginspirasi mereka.

Inspirasi itu terkait dengan perbuatan, bukan hanya perkataan atau tulisan. Dan memang saya selalu berusaha melakukan apa yang saya tulis atau ucapkan. Saya berusaha selalu walk the talk. Saya tidak akan menceritakan atau meminta orang lain untuk melakukan sesuatu yang tidak saya kerjakan.

Sebenarnya gelar “inspirator” itu bukanlah sebuah gelar yang tinggi dan mewah. Siapa pun bisa menjadi inspirator, karena syaratnya adalah “perbuatan”, bukan perkataan.

Kita bisa mendapatkan inspirasi dari siapa pun, tak melulu harus dari orang yang hebat yang posisinya “tinggi”. Inspirasi bisa diperoleh dari mana saja. Bisa di pinggir jalan, di pasar, di tempat kerja, di rumah, di mana saja.

Inspirator itu bisa saja anak-anak kita, pembantu kita, tukang sampah, preman, adik kita, karyawan kita, siapa pun…

Saya pernah mendapat inspirasi tanpa sengaja dari seorang preman dan itu mengubah perilaku saya sampai sekarang. Ketika masih SMA dulu, saya pernah mencuri dengar dua orang preman yang berbincang tentang isi dompetnya.

Preman yang satu, Si A, memamerkan isi dompetnya yang banyak berisi foto-foto ceweknya. Teman bicaranya, Si B, mengkritik isi dompet itu dengan mengatakan bahwa lebih baik ia mengisi dompetnya dengan foto orang-orang terdekat yang dicintainya, seperti ayah, ibu dan keluarga. Cinta mereka abadi, ketimbang cewek yang cintanya bisa berubah arah setiap saat.

Percakapan ini menginspirasi dan mengubah pandangan saya. Betul juga ya. Kebetulan, di dompet saya juga ada foto cewek. Maklum🙂. Sejak itu saya mempraktekkan apa yang dikatakan oleh preman B itu.

Di kantor, ada karyawan saya yang sangat alim. Baca Qurannya tidak pernah henti. Ia sekarang sedang belajar menghafal seluruh isi Alquran. Bukan hanya itu, ia pun dengan senang hati mengajari teman-temannya untuk belajar Alquran.

Perilakunya sangat terpuji. Ia pernah saya naikkan gajinya, namun di akhir bulan dikembalikannya dengan alasan ia belum bisa memberikan yang terbaik sesuai amanah saya.

Luar biasa. Ini orang langka. Saya terinspirasi dari karyawan saya ini.

Saya punya keponakan berusia 3 tahun. Sekilas, tidak ada perbedaan dengan anak seusianya. Namun, bila diperhatikan ia punya kelebihan yang menurut saya akan menjadi bekal life skillnya di masa depan. Ia anak yang tahan banting.

Berulang kali jatuh tersungkur, tapi tidak pernah menangis. Di lain kesempatan ia memanjat tapi tak pernah berhasil. Ia tidak mau menyerah, meminta bantuan atau menangis karena kegagalan itu. Ia terus berusaha tanpa kenal menyerah. Dalam hati saya berkata, anak ini akan berhasil di masa depan. Ia punya modal life skilll yang kuat, tidak mudah menyerah.

Siapa saja bisa menjadi inspirator, karena yang diperlukan hanyalah perbuatan yang layak dicontoh. Kita bisa mendapatkan inspirasi dari siapa saja dan di mana saja, asalkan kita mau membuka mata hati dan pikiran untuk menyadari dan belajar darinya. Alam terkembang jadi guru.

Para inspirator mungkin tidak menyadari hal ini. Namun perbuatan mereka itu menyisakan jejak bagi yang memperhatikannya. Para inspirator itu adalah mereka yang “walk the talk”, ini yang langka di negeri ini saat ini.

Para inspirator itu tidak pandai berkata-kata atau menulis. Tapi, action speak louder than words, terutama bagi mereka yang “aware” dengan keberadaan mereka ini.

Standar

5 thoughts on “Inspirator

  1. Ping-balik: Tweets that mention Inspirator « Business and Beyond -- Topsy.com

  2. Salam.
    Saya selalu tertarik pada tulisan Pak Roni. Hampir setiap hari, sebelum masuk kerja, saya melakukan conditioning dengan menyimak tulisan-tulisan Bapak. Meski belum semua saya kerjakan, tetapi perlahan-lahan saya berusaha mempraktikkannya.

    Suka

  3. Jadi teringat Beyond Leadership mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew untuk membangun Singapura: Lakukan Apa Yang Kamu Katakan, Kerjakan apa yang Kamu Janjikan.

    Semoga makin banyak pemimpin Indonesia yang Walk to Talk, Amin. Thanks Pak Roni.

    Suka

  4. Ping-balik: Nuniek.com ~ Note from a multirole woman » Blog Archive » 8 Good Things In One Day

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s