Business

Global Warming

Siapa bilang global warming itu tidak nyata?

Pagi ini saya ngobrol dengan seorang teman yang punya relasi dengan banyak pedagang di Tanah Abang.

Saya tanya, bagaimana kondisi mereka saat ini?

Apakah banyak yang sukses?

Atau sebaliknya, apakah banyak yang drop atau bangkrut?

Jawabannya memprihatinkan saya. Banyak yang bangkrut, katanya.

Beberapa teman dekatnya malah banyak yang tutup usaha dan meninggalkan hutang kepada supplier bahan baku.

Sungguh saya prihatin.

Apa penyebabnya?

Kenaikan bahan baku menjadi pukulan telak buat para pengusaha ini.

Ya, setahun terakhir kenaikan bahan baku kapas begitu gila-gilaan, tertinggi sepanjang sejarah.

Ada yang bilang karena panen kapas gagal di Pakistan dan Brazil gara-gara banjir (dampak global warming mulai terasa serius).

Ada juga yang bilang karena politik dagang China yang memborong semua bahan baku sehingga terjadi kelangkaan di pasar internasional.

Memang, semua komoditi yang terkait dengan China harus waspada. Misalnya China kena “batuk” saja, seluruh dunia pasti ikut demam.

Kalau ini gara-gara banjir, harapan terakhir ada di Australia. Nah, Australia pun sedang banjir besar saat ini.

Saya juga tidak menyangka banjir di Pakistan bisa mengakibatkan dampak ke Indonesia sedahsyat ini.

Saya jadi teringat teori butterfly effect. Kepakan sayap kupu-kupu di Los Angeles bisa mengakibatkan perubahan di Mumbai, katanya. Itu terjadi saat ini.

Apa hubungannya banjir di Pakistan dengan pasar tekstil di Indonesia? Semua orang, termasuk saya, pasti nggak ‘ngeh dengan hal ini.

Ke depan, menurut saya, bisnis yang terkait dengan sumber daya alam, yang berbasis agro, yang tergantung dengan iklim akan semakin rentan.

Perubahan iklim terjadi begitu ekstrem. Banyak panen gagal di mana-mana.

Sayangnya negara adikuasa seperti Amerika malah tidak peduli dengan hal ini. Ia lebih melindungi kepentingan politik dan ekonominya ketimbang menjaga bumi agar bisa ditinggali dengan lebih nyaman.

Negara-negara miskin disogoknya untuk mendukung proposal AS yang tidak masuk akal sehat kita.

Siapa lagi yang peduli?

Standar

2 thoughts on “Global Warming

  1. Terus solusinya bgmn mas Rony, dampak globalisasi begitu sangat terasa bagi kita, khususnya UKM yang belum matang..mapan..dan kuat. Akhirnya banyak UKM yang mulai berguguran, tidak tahan dengan badai ini.

    Semoga TDA, selalu memberi warning kepada anggotanya agar selalu intropeksi diri dan selalu kreatif untuk berkompetisi dengan persaingan bisnis, khususnya dari Cina.

    Suka

  2. Saya belum tahu. Yg paling kena dampaknnya adl yg produknya dijual harga murah (bersaing dgn produk Cina). Mudah2an ada terobosan baru di bidang bahan baku, misalnya menggunakan selain kapas

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s