Business

Ide Bisnis Bisa Datang dari Mana Saja

Insya Allah, bulan depan saya akan meluncurkan 2 brand baru lagi, yaitu Vinito Kids dan Batik Island (webnya menyusul ya).

Dari namanya, pasti pembaca sudah tahu bahwa Vinito adalah produk untuk anak da Batik Island adalah batik🙂

Pertanyaannya, kenapa terjun ke bisnis busana anak? Kenapa juga masuk ke bisnis batik?

Jawaban saya: kenapa tidak?🙂

Dari mana dapat idenya?

Nah, ini yang menarik dan ingin saya ceritakan.

Saya terjun ke bisnis busana anak lantaran saya punya 2 anak laki-laki yang sedang lucu-lucunya, Vito ( 3 thn) dan Vino ( 2 thn).

Saya dan istri sering membelikan mereka baju untuk mereka. Tanpa kami sadari, baju mereka itu sudah banyak sekali menumpuk di lemari. Setiap ke mal, melihat baju anak lucu, pasti beli, tanpa sadar.

Akhirnya kami berpikir bahwa bisnis baju anak ini prospeknya bagus. So, kami pun terjun ke bisnis ini.

Lain ceritanya dengan batik.

Saya dulunya tidak suka batik. Pakai batik begitu menyiksa saya. Saya memakainya kalau terpaksa saja.

Pakai batik itu terkesan formal, tua dan nggak funky. Corak batik yang ada di pasaran ketika itu banyak yang “kuno”, warnanya gelap, coklat tua dan coraknya pun banyak dipakai orang tua..

Sekarang jamannya sudah beda. Batik dipakai siapa saja, tua muda. Corak dan warnanya pun macam-macam sesuai selera. Mau yang kasual dan enak dipakai saat santai juga ada.

Ada satu kejadian beberapa waktu lalu yang membuat saya malu.

Saya diundang bicara sebagai salah satu nara sumber di acara peluncuran salah satu produk Telkom. Saya bicara di hadapan para direktur dan tamu VIP Telkom. Moderatornya Tina Talisa pula.

Ketika naik ke panggung, saya terpana. Seluruh hadirin termasuk nara sumber lain dan moderator berbatik, kecuali saya😦

Saya salah kostum.

Saya tidak tahu, mungkin saya kurang teliti membaca email undangan soal dress code. Jadilah saya “orang aneh” di antara mereka.

Akhirnya saya berpikir, kalau datang ke acara apa pun sebaiknya berbatik saja, biar aman.

Sejak itu saya mulai mengamati fenomena batik dan dari sanalah timbul ide berbisnis batik.

So, ide bisnis saya datang begitu saja dari kejadian-kejadian sehari-hari. Ide bisnis itu sesungguhnya tidak canggih dan tidak jauh dari kehidupan saya sehari-hari.

Seperti Actual Basic yang saya luncurkan pertengahan tahun lalu, idenya berawal dari kebiasaan saya berkaos santai setiap hari.

Menurut saya, ide itu tidak perlu canggih, yang penting dijalankan. Ide sederhana yang dijalankan dengan sungguh-sungguh pasti akan sukses. Apalagi ide canggih yang dilaksanakan sungguh-sungguh, pasti lebih sukses lagi.

Standar

9 thoughts on “Ide Bisnis Bisa Datang dari Mana Saja

  1. Sepakat dengan uda : ide acapkali datang secara sederhana….dan kemudian tinggal di-eksekusi. Just execute dengan proses trial and error juga….yang penting di-jalankan.

    Kalau terlalu banyak analisa, nanti jatuhnya seperti kata pepatah : analysis of paralysis (orang jawa bilang : mbulet, ngalor ngidul ndak karuan).

    Bravo dengan launch lini baru-nya. semoga SUKSES.

    Suka

  2. Orin berkata:

    Selamat untuk bisnis barunya Pak Rony. Betul ya Pak, yang penting ‘Action’, idenya sangat sederhana ga masalah..

    Suka

  3. sebagai bloger newbie……saya sangat senang membaca blog ini………mantabh bgt deh…….semoga blog ini dapat bermanfaat bagi khalayak banyak…….
    .dan kalo ada yang mau mampir ke blog ku yg masih newbie silahkan ……
    http;//larealim.blogspot.com
    makasih pak Ronny…….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s