Life

Berubah dan Menyesuaikan Diri

Kemarin, saya belajar sesuatu dari Vito, putra sulung saya yang baru saja naik kelas ke pra-TK.

Ia tidak mau ditinggal sendirian di kelas baru dengan teman-teman baru dan guru barunya..

Sejak bersekolah dari pre-school, sudah 3 kali Vito naik kelas dengan guru baru dan teman baru.

Ia selalu butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Setelah 1-2 minggu barulah ia merasa comfort dengan lingkungan barunya.

Padahal, ia baru menikmati dan akrab dengan guru dan teman barunya, eh sudah dipindah lagi. Kasihan juga.

Di kelas terakhir, kata gurunya ia sudah punya teman “genk” 4 orang. Di kelas, mereka selalu bersama dan kompak. Sekarang, mereka tidak ada yang satu kelas.

Menurut saya, perubahan itu baik buat Vito sejak kecil, meski pun membuatnya tidak nyamann. Kelak, ia akan terbiasa dalam kehidupan sebenarnya untuk akrab dengan perubahan dan mampu menyesuaikan diri.

Saya percaya, kunci kesuksesan bukanlah semata karena kepintaran, tapi juga keluwesan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan.

Saya punya seorang teman yang sejak kecil selalu berpindah tempat tinggal dan sekolah. Bedanya dengan teman lain, ia lebih luwes dan mudah bergaul. Dan tentu saja, ia selalu siap dengan perubahan hidup.

Bekal ke depan adalah kesiapan untuk senantiasa menyesuaikan diri dengan perubahan.

Saya bersyukur, Vito mengalaminya sejak dini. Nanti ia akan terbiasa.

Standar

One thought on “Berubah dan Menyesuaikan Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s