Business

Inilah Alasan Kenapa Saya jadi Suka Batik

Saya pernah jadi bendahara RT.

Ya, bendahara RT 🙂

Tugasnya adalah menagih uang iuran bulanan dengan berkeliling mengetuk rumah warga.

Uang iuran sangat penting demi lancarnya roda pemerintahan RT.

Saya tidak menyukai tugas ini. Tapi saya coba bertahan.

Karena dianggap sebagai “pejabat” pemerintah di tingkat paling mikro, saya pun dapat priviledge, sebuah seragam batik lengan panjang.

Begitu menerima, saya langsung tidak suka. Coraknya dan warnanya kuno. Cocoknya untuk orang tua.

Benar saja, ketika saya coba, saya jadi kelihatan tua, loyo dan tidak bersemangat.

Sejak saat itu saya jadi tidak suka batik.

Pemakaian batik saya tekan seminimal mungkin. Kalau tidak diharuskan saya tidak akan pakai.

Tapi itu dulu.

Sekarang?

Hampir setiap minggu saya pakai batik.

Saya sekarang punya lebih banyak koleksi batik dengan corak dan warna-warna cerah yang saya suka.

Ada yang warna biru, hijau, ungu, dan akan terus bertambah koleksi warnanya (lho, nggak minimalis lagi dong?).

Alasan saya, karena saya secara sudah “resmi” berbisnis batik. Batik yang sesuai selera saya, batik kasual, batik yang corak dan warnanya fresh, yang bisa dipadukan dengan celana jeans.

Batik yang bisa dipakai jalan-jalan santai di mal. Batik yang juga bisa saya pakai kalau ada undangan bicara di seminar. Batik yang juga bisa saya gunakan di acara resmi di hotel mewah.

Belajar dari filosofi Zara, produk yang kita buat itu harus kita pakai sendiri dan kita sukai.

Problem solved 🙂

Sekarang, kesukaan saya pakai batik juga mudah-mudahan diikuti dengan kesukaan saya dengan bisnis batik yang baru saya mulai ini.

Oya, mereknya Batik Island. Lucu nggak?

Kesannya seperti batik pantai atau tepatnya batik untuk santai. Tapi meski begitu tetap ada batik yang corak dan warna formal bagi yang membutuhkan.

Bagaimana dengan anda?

Anda suka batik seperti apa?

Sambil berpikir, saya persilakan untuk mampir dulu melihat-lihat isi toko saya di sini.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s