Life, Motivasi

Hore, Vito Berhasil Mengalahkan Ketakutannya

Saya meyakini bahwa ketakutan dan keberanian itu adalah energi yang bisa menular.

Saya telah membuktikannya dengan Vito, anak saya sendiri.

Beberapa bulan lalu, Vito dan teman-teman sekolahnya mengikuti field trip ke Telaga Arwana, Cibubur, di mana di sana ada beberapa permainan alami yang diikutinya.

Salah satunya adalah menaiki kerbau berkeliling sawah.

Ketika pertama kali ditampakkan kepadanya sosok kerbau itu, mimik mukanya lucu sekali.

Kelihatan ia seperti bingung sekaligus penasaran menyaksikan “mahluk” hitam besar yang ada di hadapannya.

Apalagi ketika ditawari untuk menaiki punggungnya. Vito langsung menolak. Tetap dengan mimik muka yang seperti kebingungan.

Teman-temannya yang berani pun secara bergiliran menaiki punggung kerbau.

Saya perhatikan dari jauh, Vito terlihat “galau”. Di mukanya terlihat jelas. Ia bengong, matanya melotot memperhatikan kerbau itu.

Saya yakin, ia ingin naik kerbau itu. Tapi tidak berani.

Namun, satu per satu temannya yang telah “sukses” naik kerbau mulai meruntuhkan ketakutannya.

Akhirnya ia pun menyerah. Ketika ditawari untuk kedua kalinya, ia berani naik tanpa menangis.

Hore!

Saya berteriak dalam hati. Vito telah berhasil mengalahkan ketakutannya.

Menurut saya, anak itu harus ditantang terus untuk berulang kali bisa mengalahkan ketakutan seperti ini.

Saya ingin memberi pelajaran bahwa apa yang ditakutinya itu tidak terbukti.

Saya ingin ia terbiasa dengan “keterampilan” mengalahkan ketakutannya ini sampai ia kelak dewasa.

Saya memperhatikan, banyak orang yang “tertunda” suksesnya karena gagal mengalahkan ketakutan yang ia ciptakan sendiri. Ketakutan yang semu.

Misalnya, ketakutan untuk mulai bisnis sendiri. Banyak sekali orang yang gagal dalam langkah pertama ini.

Minggu lalu, Vito juga telah sukses mengalahkan ketakutannya yang lain, yaitu naik di punggung kuda.

Selama ini, setiap main ke Bintaro di Minggu pagi, ia selalu menolak untuk naik kuda. Ia lebih memilih naik delman, yang menurutnya lebih “aman”.

Minggu lalu, ia saya tantang lagi. Tapi dengan trik melalui adiknya, Vino. Vino ternyata lebih berani. Tanpa pikir panjang ia menyetujui ketika saya tawari naik.

Saya tidak memaksa Vito. Dia saya tinggalkan dengan ketakutannya itu dengan keyakinan bahwa keberanian yang dicontohkan adiknya akan segera menular.

Betul saja. Selang beberapa menit, Vito sudah duduk gagah di punggung kuda.

“Beberapa kali Vito sempat menolak”, cerita istri saya.

Namun ditawaran terakhir, Vito menjawab, “Tembak-tembakannya gimana, Mama?”. Maksudnya, kalau ia naik kuda, tembak-tembakannya mau diletakkan di mana. Artinya, ia mau naik kuda asal tembak-tembakannya diletakkan di tempat yang aman.

Artinya, ia menjawab “mau”, secara tidak langsung.

Pelajaran mengalahkan ketakutan adalah basic life skill yang dibutuhkan seorang anak. Beruntunglah anda yang punya anak yang tidak kenal takut. Tapi bagi yang anaknya seperti saya, tentu harus punya kiat-kita tersendiri untuk mengatasinya.

Skill ini akan sangat berguna baginya ketika dewasa kelak. Mereka akan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup yang mengharuskannya untuk mengalahkan ketakutan, yang sebenarnya ia ciptakan sendiri.

Membuat lingkungan di mana ia bisa belajar bagaimana mengalahkan ketakutan, adalah salah satu caranya.

Bagi orang dewasa, yang ingin berbisnis tapi masih takut gagal, bergaul dengan orang-orang yang sudah melewati fase itu adalah pilihan tepat. Bergabung di Komunitas TDA adalah salah satu pilihannya.

NB: pagi ini saya mau mengajaknya naik kuda lagi.

Standar

2 thoughts on “Hore, Vito Berhasil Mengalahkan Ketakutannya

  1. Gewos XL berkata:

    Anak biasanya suka mencontoh, klo dicontohkan berani dia pasti berani demikian sebaliknya. Hidup adalah pilihan klo kita bisa menempatkan anak kita di tempat xg baik pasti mencontoh hal2 yg baik dan positip

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s