Uncategorized

Cerita Nelayan dan Pengusaha Sukses

Seorang pengusaha tengah berdiri di tepi pantai dan memandang ke arah laut, ketika seorang nelayan merapatkan perahunya.

“Berapa lama waktu yang anda habiskan untuk menangkap ikan sebanyak ini?”, tanya pengusaha kepada nelayan.

“Tidak lama, cukup 5 jam”, jawab nelayan.

“Mengapa tidak pergi lebih lama dan menangkap lebih banyak lagi?”

“Ini sudah cukup buat keluargaku.”

“Apa yang anda lalukan di luar waktu menangkap ikan?”

“Bermain dengan anak-anakku, tidur siang, makan siang bersama keluargaku, berjalan-jalan di desa, bermain gitar dan ngobrol dengan teman-temanku – hidup yang begitu kunikmati.”

“Aku punya ide untuk membantumu”, ujar si pengusaha.

“Aku lulusan master dari Harvard. Saranku, habiskan waktu lebih banyak untuk menangkap ikan, beli perahu yang lebih besar, dapatkan lebih banyak uang, beli lagi beberapa perahu”.

“Jangan jual ikan ke perantara, jual langsung ke pengolahan sampai anda memiliki pabrik sendiri. Kendalikan produk, distribusi dan produksinya”.

“Setelah itu, anda pindah ke kota besar, kemudian ke luar negeri untuk mengembangkan usaha ini.”

“Menarik. Tapi berapa lama waktu dibutuhkan supaya aku bisa seperti itu?”, tanya nelayan yang mulai tertarik.

“Lima belas tahun paling cepat. Dua puluh tahun paling lambat”, jawab si pengusaha.

“Setelah itu apa, Pak?”

“Inilah bagian yang paling menarik. Anda bisa menjual saham perusahaan di bursa dan menghasilkan uang miliaran.”

“Wah, miliaran ya. Lalu apa setelah itu Pak?”

“Lalu anda bisa istirahat dan pulang ke rumah. Pindah ke desa kecil di tepi laut, memancing, bermain dengan anak-anak, tidur siang, makan bersama istri, berjalan-jalan di desa, main gitar serta ngobrol dengan teman-teman dekat.”

Iklan
Standar

9 thoughts on “Cerita Nelayan dan Pengusaha Sukses

  1. agung berkata:

    kayaknya kutipannya kurang lengkap, kalo ga salah ujungnya nanti nelayan akan berkata, bukankah itu yang sudah saya lakukan sekarang, kenapa mesti menunggu 15-20 tahun?
    Kesannya ngapain repot2 kalo cuma ujungnya cuma bisa bersantai.
    Tapi kalau nanti nelayannya punya anak, mau sekolah, perlu biaya sekolah, apalagi anaknya mau bersekolah diluar kota, barulah kerasa kalau apa yang dilakukan nelayan tidak cukup

    Suka

  2. 15 tahun ato 20 tahun kita mengejar dunia. berapa tahun kita mengejar kesuksesan akhirat? sisa waktu yang kita punya untuk mengejar akhirat? berapa tahunkah sisa waktu yg kita punya untuk mengejar akhirat …bro?

    Suka

  3. bahan renungan bagi kita semua atas apa yg menjadi tujuan dari segala usaha kita selama ini. Apa yang kita lakukan selama ini, jangan sampai mengaburkan cita-cita kita sesungguhnya. Menikmati kehidupan dengan berbagi kebaikan bagi keluarga dan masyarakat.

    Suka

  4. arya yoga berkata:

    hidup butuh keseimbangan, materi/duniawi dan rohani/ketentaman jiwa.. adakah cara mencapai keduanya bersamaan? ada 🙂 karena tidak menggunakan pemberian Tuhan secara optimal/sebaik-baik-nya juga keliru..

    Suka

  5. joko berkata:

    Memang kita disuruh menikmati dunia. dengan apa adanya. tapi kita dianjurkan tidak boleh malas. berusahalah seakan akan hidup selamanya dan beribadahlah seakan akan kamu mati besok. kalau mau hidup selamanya. butuh harta yang banyak harus kita cari. kalau sudah capek itu baru kita nikmati. kalau sekedar hidup dipenjara juga hidup dan menikmati dunia. tapi bukan itu. tanam dulu baru panen. yang banyak untuk untuk hidup selamanya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s