Life

Terampil Mengelola Energi, Bukan Waktu

Menyambung tulisan tentang mengelola kehidupan ala Nido Qubein kemarin, saya ketemu sebuah buku yang mengangkat topik yang sama. Terampil Mengelola Energi, Bukan Waktu oleh Jim Loehr dan Tony Schwartz.

Menurut buku ini, waktu sulit dikelola, energilah yang bisa dikelola. Caranya, kita harus berjuang untuk memusatkan perhatian untuk mengelola yang menurut kita benar-benar penting.

Bila energi itu diarahkan ke satu titik fokus, hasil yang akan dicapai lebih optimal.

Pendapat ini kurang lebih sama dengan pendapatnya Richard Koch dalam buku 80/20 Principle atau pendekatan Most Important Task (MIT) yang sering ditulis di blognya Leo Babauta.

Kita hidup di era digital. Ritme hidup tergesa-gesa, begitu cepat, nonstop, membuat kita lebih menghargai luasnya ketimbang dalamnya, kuantitas ketimbang kualitas, reaksi cepat ketimbang refleksi mendalam.

Kita melewati banyak hal, mencermati berbagai tujuan dalam tempo singkat tanpa memiliki waktu untuk tinggal lebih lama.

Sejak mengenal pendekatan baru seperti itu, saya mulai berpikir ulang tentang manajemen energi dan fokus saya.

Saya sering mengalami seperti ini hal ini. Pergi ke suatu tempat untuk suatu acara dan langsung pulang begitu acara selesai karena ada agenda lain menunggu, tanpa menikmati tempat itu secara mendalam. Padahal tempat itu sangat menarik untuk dinikmati.

Menyadari hal ini, di lain kesempatan saya sengaja untuk memperlambat tempo. Ketika diundang seminar ke suatu tempat, saya sengaja mengatur perjalanan agak lama.

Selesai bicara, bukannya langsung pulang, saya malah mencari hal-hal “tidak penting” untuk menikmati dan menyerap suasana lokal di sana. Hasilnya, sebuah pengalaman yang menyenangkan dan sulit dilupa.

Fokus saya adalah menikmati kedalaman, bukan kecepatan dan efisiensi. Saya tidak perlu “banyak” tapi “sedikit namun mendalam”.

Dalam menjalani agenda harian, saya tidak banyak agenda. Cukup satu sampai tiga agenda saja, tapi mendalam, fokus dan tuntas.

Misalnya, kemarin saya fokus dengan anak. Seharian penuh saya tidak punya agenda lain kecuali bersama mereka. Menghadiri undangan wawancara di sekolah dan dilanjutkan dengan mengunjungi sebuah sekolah untuk rencana melanjutkan SDnya.

Kami makan siang berlama-lama di sebuah tempat makan yang indah di tepi danau. Dalam perjalanan pulang, kami mampir di sebuah nursery (tempat pembibitan dan perawatan tanaman) untuk memperkenalkan kepada anak-anak tanaman-tanaman yang menarik buat mereka.

Itu saja sudah menyedot waktu seharian. Tapi tuntas. Fokus saya hari itu adalah untuk anak dan keluarga.

Lain waktu fokus saya adalah bisnis. Saya tidak memasukkan agenda lain yang mengganggu fokus saya di bisnis itu.

Hari ini fokus saya adalah pemotretan untuk merek Actual Basic. Belakangan ini saya tertarik dengan dunia fotografi. Hari ini saya mencoba untuk “nekat” memotret sendiri modelnya (didampingi fotografer senior, tentunya).

Ketika sudah menetapkan agenda fokus harian, saya tidak mau menerima agenda yang tidak terkait dengan fokus saya hari itu.

Dengan agenda yang terfokus berdasarkan prioritas dan tujuan seperti ini saya jarang sekali stres karena agenda-agenda yang berbenturan. Semua agenda saya tentukan sendiri berdasarkan prioritas dan tingkat kepentingannya.

Agenda yang datang dari luar, misalnya undangan atau pertemuan-pertemuan, biasanya saya sesuaikan dengan agenda dan fokus harian saya. Saya biasanya tidak langsng mengiyakan agenda-agenda yang datang dari luar yang tidak sesuai dengan prioritas dan fokus saya.

Saya pernah “terjebak” memenuhi agenda-agenda yang di luar prioritas saya. Hasilnya, kok saya seperti terombang-ambing ke sana kemari. Pekerjaan jadi tidak tuntas dan saya tidak ke mana-mana.

Saya sebetulnya masih mencoba pendekatan baru ini. Sejauh ini cukup membuat saya nyaman namu tetap produktif untuk mencapai tujuan-tujuan saya.

Standar

2 thoughts on “Terampil Mengelola Energi, Bukan Waktu

  1. Lywa S. Fauzie berkata:

    Sy sdh baca buku mengelola energi, it’s good! Sepertinya tulisan diatas dipadukan dg “The Power of Know”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s