Uncategorized

Kenapa UKM Sulit Naik Kelas?

Apa pendapat anda mengenai UKM yang sulit naik kelas? Apa kendala mereka untuk naik kelas?

Sebuah pertanyaan di Twittter ini menggelitik saya untuk menjawab.

Jawaban saya adalah: kemauan.

Ya, kemauan.

Bukan soal marketing, keuangan, SDM, dan sebagainya.

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah hasil studi mengenai hal ini dan menyimpulkan hal yang sama.

Kurangnya kemauan adalah penghalang utama UKM untuk naik kelas.

Rata-rata pengusaha kita mudah untuk “merasa cukup” karena targetnya tidak muluk-muluk, cukup untuk menguliahkan anak-anak, punya rumah, tanah, mobil, pergi haji dan menabung. Selesai.

Mungkin hanya 5% dari pengusaha kita yang terus tertantang untuk naik level, menguasai pasar nasional, regional, global, IPO dan sebagainya.

Kembali lagi, ini soal pilihan.

Tadi malam saya nonton biografi Giorgio Armani yang sangat inspiratif.

Bayangkan, di usianya yang sudah kepala tujuh, bukannya istirahat dan menyaksikan “kerajaan” bisnisnya tumbuh di tangan penerusnya, ia malah terus berpacu membuat bisnis-bisnis baru. Mulai dari masuk ke pasar China dan Asia Pasifik, membuka mega strore di Jepang, membuat Armani Casa (interior), membuka 10 hotel Armani, membuat lini baru yang haute couture dan masih banyak lagi.

Ketika ditanya, apakah anda sempat menikmati semua kekayaan ini?

“Ia menjawab, rumah dan apartemen saya memang tersebar di mana-mana, tapi saya tidak sempat menikmatinya. Saya hidup untuk bekerja”.

Kembali lagi, hidup adalah soal pilihan.

Standar

4 thoughts on “Kenapa UKM Sulit Naik Kelas?

  1. eko berkata:

    selain kemauan banyak juga UKM yg enggan berurusan dengan bank.padahal bank adalah lembaga yg siap menerima permintaan bantuan yg dibutuhkan para pelaku UKM asal sesuai dengan peraturan di bank tsb & pemerintah.terkadang UKM takut menyentuh bank,apalagi pinjam modal kerja.padahal pinjaman modal kerja diberikan berdasarkan kemampuan usaha dalam mencetak laba lalu baru memlihat coverage agunan,daripada pinjam dana talang dengan bunga jauh lebih tinggi dari suku bunga dasar BI. Para pelaku UKM seharusnya mulai diperkenalkan ke dunia perbankan,pada saat seminar,pertemuan,atau pelatihan UKM, bukan hanya memotifasi atau memberi tips-tips saja karena banyak keuntungan dari bank.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s