Business

Sis… Ini Berapa Harganya?

Belakangan ini panggilan “Sis” jadi populer, terutama di Facebook.

Ya, ini adalah panggilan akrab ibu-ibu yang berjual-beli di Facebook.

Adik ipar saya di Palembang punya kebiasaaan baru, berbelanja di Facebook.

Sejak kelahiran anaknya yang begitu aktif dan menguras energi untuk mengurusnya, ia jarang ke luar rumah, apalagi ke mal.

Facebook jadi “sarana pelampiasan” hobi belanjanya. Setiap hari ada saja barang yang datang ke rumah. Mulai dari kaos anak, sepatu anak, topi, perlengkapan anak dan sebagainya.

“Barang di Facebook lebih lengkap dan banyak pilihan. Produk yang nggak ada di sini (Palembang) malah ada di Facebook”, ia beralasan.

Ia pun hobi mengomentari status-status para “lapakers” di Facebook. “Ini berapa harganya, Sis?” “Ini warnanya apa aja, Sis?” “Lucu, ada ukuran untuk 2 tahun nggak, Sis?”

Mungkin ada ribuan pedagang yang buka lapak di Facebook saat ini. Keberadaan mereka tetap eksis sampai sekarang karena memang ada pasarnya alias ada pembelinya. Ada kebutuhan, ada penawaran. Barang-barang yang tidak ada di Palembang tentulah menarik jika ditawarkan dari Jakarta, apalagi dengan harga miring.

Kerabat saya di ITC Kuningan belakangan ini bingung dengan kebiasaan keponakannya memotreti dagangan di tokonya untuk di-upload di Facebook. Setelah terjadi transaksi, ia pun membayar uang selisihnya kepada pamannya.

“Untungnya lebih gede daripada saya jualan di ITC”, kata kerabat ini.

Seorang teman di ITC Mangga Dua kebingungan dengan bisnis sampingan seorang satpam di sana. Sama dengan keponakan kerabat saya itu, ia pun gemar memotreti barang-barang dagangan engkoh-engkoh dan enci-enci di sana. Lumayan, buat tambahan, katanya.

Teman ini penasaran dengan fenomena ini dan mulai “menginvestigasi” toko-toko di sana. Temuannya menarik. Banyak pemilik toko mengungkapkan penjualannya banyak terbantu dari Facebook.

Salah satu distributor Manet dan Actual Basic, sukses berat berjualan di internet via fan page. Saya sampai bingung dengan volume pembelanjaannya begitu tinggi. Ternyata, ia punya 150.000 fan di Facebook. Bayangkan, kalau 10% saja dari fan itu yang belanja.

Yang lucu, teman ini adalah laki-laki dan berkumis. Ketika menjawab panggilan pembeli yang memanggilnya “sis”, ia juga menjawab seolah-olah ia adalah perempuan juga. “Kalau mereka nelpon, baru saya panik”, ujarnya🙂

Namun, tidak semua pembeli di Facebook mendapatkan pengalaman positif. Kerabat saya, seorang dosen di sebuah PTS, tertarik dengan tawaran BlackBerry Torch yang ditawarkan dengan harga miring, cuma 5 jutaan. Tanpa pikir panjang, ia pun mentransfer uang kepada pedagang yang katanya berdomisili di Batam. Sampai sekarang barangnya belum ia terima.

Tapi tolong dijaga kenyamanan teman-teman kita di Facebook. Jangan melakukan spamming, mengotori wall mereka. Itu kurang etis.

“Masak wall kita penuh dengan foto dagangan dia”, kata istri saya bersungut. Jelas, nasib “penyampah” ini berakhir dengan di-unfriend.

Buatlah fan page yang memang disediakan oleh Facebook untuk berjualan atau berpromosi. Dengan sedikit usaha dan kreatifitas, fan page berpotensi punya banyak pengikut. Ada teman yang produknya nggak jelas, tapi punya fan 20.000. Ia bingung, fan page ini mau diapakan?

Ada sebuah produk batik punya fan 3,5 juta. Tiga setengah juta, saudara-saudara! Saya tidak tahu berapa sales yang dihasilkannya dari situ. Yang pasti, potensinya besar sekali.

Gimana Bro and Sis, tertarik juga berjualan di Facebook?

Standar

2 thoughts on “Sis… Ini Berapa Harganya?

  1. Waaw….bisa sampe 10.000 fans gimana caranya yah….Saya juga baru2 ini buka usaha di Fesbuk tapi dengan sistem fan page juga, tapi masih blom dapet caranya gimana supaya yang “Like” banyak….

    Fitrie (Modest Hijabi)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s