Uncategorized

Perubahan adalah Keharusan

Persaingan yang makin ketat. Selera konsumen yang berubah, menuntut kita untuk menyesuaikan diri. Kalau tidak, akan tergilas.

Pilihannya, berubah atau punah seperti dinosaurus.

Kabarnya, Nokia hampir bernasib seperti dinosaurus. Di segmen smartphone makin ketinggalan dengan iPhone, BlackBerry dan Android. Di segmen bawah dikeroyok aneka handphone murah dari China.

Friendster sudah tinggal kenangan. Sony sudah digilas Samsung dan LG. Microsoft cuma sanggup bertahan. Starbucks mulai decline dan sedang menyiapkan diri untuk bangkit.

Kemarin saya dapat info dari salah satu supplier yang mengabarkan bahwa salah satu brand busana muslim ternama sedang megap-megap.

Bisnis apa yang kebal dari kompetisi yang mensyaratkan perubahan terus menerus? Tidak ada.

Strategi yang terbukti jitu setahun dua tahun lalu belum tentu jitu di tahun ini.

“Setiap orang ingin mengubah dunia, tapi tidak seorang pun berpikir untuk mengubah diri sendiri”, kata Leo Tolstoy.

Perubahan harus jadi budaya dan kebiasaan.

Pemimpin bisnis harus terus mencari tahu titik-titik lemah dari mata rantai di perusahaannya untuk diperbaiki atau diubah.

Howard Hendriks punya cara menarik untuk mengukur perubahan secara spesifik.

“Bagaimana anda atau bisnis anda berubah tahun ini, bulan ini, minggu ini?”

“Bisakah anda sebutkan perubahan itu secara spesifik?”

Kalau pertanyaan saya: “Perubahan apa yang telah dilakukan untuk mendapatkan hasil xxx tahun ini?”

Standar

One thought on “Perubahan adalah Keharusan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s