Uncategorized

Sedekah Lapangan Sepakbola

Malam ini saya kedatangan tamu empat orang yang mengaku sebagai panitia pembuatan lapangan sepakbola. Mereka minta bantuan sumbangan untuk pembersihan lahan dan penanaman rumput.

Lapangan sepakbola?

Saya pun segera tertarik dan penasaran.

Salah satu dari mereka pun bercerita bahwa seorang warga telah “menyedekahkan” tanah warisan miliknya yang cukup luas untuk lapangan sepakbola.

Ia prihatin anak-anak sekarang kesulitan tempat berolah raga lantaran sebagian besar tanah sudah dijadikan bangunan.

Ia berjanji tidak akan menjual tanah itu atau mendirikan bangunan di atasnya.

Luar biasa. Saya salut dan kagum.

Keputusannya di luar kebiasaan sebagian besar penduduk asli di sini. Hampir semua tanah warisan di lingkungan saya ini telah berpindah tangan kepada pendatang dan dibangun rumah-rumah mewah.

Penduduk asli di sini gemar menjual tanah, apa lagi setelah menerima warisan. Selama tinggal di sini, beberapa kali saya menerima tawaran tanah atau rumah yang mau dijual.

Kepada saya, panitia itu memperlihatkan gambar progres pembersihan lahan itu. Insya Allah bulan Agustus sudah bisa digunakan untuk menyambut Hari Kemerdekaan.

“Vito, nanti kita main bola ya. Papa mau kasih lihat lapangan sepakbola yang luas sekali”, ujar saya yang disambut tatapan bengongnya.

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s