Uncategorized

Statement Kreatif dari Vito

Mengamati perilaku anak, selain menyenangkan juga memberi pelajaran.

Saat belanja di Carrefour, Vito menunjuk ikan besar dan berkata kepada mamanya, “Ma, beli ikan itu dong!”

“Jangan beli ikan itu. Ikannya besar, nanti nggak muat di panci kita”, jawab mamanya.

“Kan ikannya bisa dipotong-potong”, jawab Vito kalem.

Mendengar jawaban itu, saya dan istri pun tergelak. Tidak menyangka jawaban cerdas dan sederhana itu terlontar dari mulut Vito yang baru berusia 3,5 tahun.

Problem kita orang dewasa, selalu melihat segala sesuatu dari sudut yang rumit, kompleks. Belajarlah berpikir sederhana dari Vito.

Ingat film Mr. Bean yang membawa ikan di kantong jasnya untuk dicocokkan dengan ukuran penggorengan yang akan dibelinya? Cerita ini mewakili sebagian kita yang cenderung suka berpikir rumit.

Saya juga jadi teringat cerita seorang anak yang bertanya kepada ibunya kenapa setiap memasak gulai ayam selalu dipotong menjadi delapan.

“Nenek juga melakukannya”, jawab si ibu.

Si anak pun menelusuri dan ternyata kebiasaan ini berawal dari masa nenek moyangnya yang kesulitan memasukkan ayam ke panci karena pancinya terlalu kecil.

Kebiasaan ini akhirnya diikuti turun temurun tanpa tahu apa sebabnya, apalagi berusaha mengubahnya.

Standar

One thought on “Statement Kreatif dari Vito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s