Uncategorized

Bergaul dan Belajar dari Orang Tua

Hari Minggu lalu kediaman saya menjadi tuan rumah pengajian dan rapat pengurus ISOMA JAYA, sebuah organisasi perantau asal Nagari Magek, Bukittinggi. Magek adalah sebuah desa di Kabupaten Agam, berpenduduk kurang lebih 5.000 orang dan sebagian besar tinggal di rantau.

Selain aktif di TDA, saya juga aktif di organisasi ini. Sebagai perantau, saya juga ingin berkontribusi kepada kampung halaman. Paling tidak melalui keterlibatan di organisasi ini.

Bedanya dengan di TDA yang mayoritas anggota dan pengurusnya masih muda-muda, di sini mayoritas pengurusnya adalah orang tua. Rata-rata di atas 60-an. Salah satunya adalah Ibu Hj. Aisyah Aminy, mantan anggota DPR beberapa periode dari PPP.

Bisa dibayangkan bagaimana perbedaannya dengan di TDA di mana saya bisa bebas, santai dan cengengesan. Di sini saya harus “jaim” dan bersikap “sopan”.

Tapi saya ingat pesan Anthony Robbins, di mana pun kita berada, apa pun situasinya, dengan siapa kita berhadapan, yang penting adalah cara menyikapinya. Ajukan pertanyaan, apa manfaat yang bisa saya ambil dari kondisi ini?

Apa yang saya pelajari dari para senior itu adalah komitmen dan energi mereka untuk tetap aktif.

Dengan kondisi yang tidak lagi muda, otomatis ruang gerak mereka juga terbatas. Tapi yang saya temukan adalah kebalikannya.

Mereka tetap sibuk mengurus ini itu. Bikin bisnis baru, melakukan perjalanan jauh, bikin yayasan sosial, bikin pesantren dan sebagainya.

Saya sempat berbicara dengan Haji Oskar, pengusaha tailor. Di usianya yang sudah 60-an itu, ia sedang membuat bisnis restoran yang dipadukan dengan taman bermain outdoor di Sumatera Barat. Sering nyetir seorang diri Jakarta – Padang pulang pergi dan aktif di berbagai organisasi.

Haji Hasan Basri, usianya mungkin mendekati 70. Pengusaha otomotif ini masih rajin ke luar negeri untuk urusan bisnisnya.

Haji Anas, usia 60-an, pengusaha garment dan properti. Beliau terlambat hadir di acara ini karena masih mengurus deal transaksi properti.

Haji Suhaimi Sukan, usia 60 -an, mantan pegawai PLN yang makin sibuk karena setelah pensiun malah diminta oleh sebuah perusahaan kontraktor mitra PLN sebagai konsultan. Ia baru pulang dari Jerman untuk sebuah kunjungan studi banding.

Haji Alay, sesepuh TDA, usia mendekati 60. Ini apa lagi. Makin hari makin sibuk. Bikin bisnis baru, bisnis properti, bikin pesantren di Bukittinggi, aktif di berbagai organisasi, bikin klinik dan
sebagainya.

Ada lagi yang namanya Datuk Indomo, usia 70-an. Mantan profesional perhotelan, lama tinggal di Swiss. Sisa hidupnya ia baktikan untuk kampung halaman. Tinggal di Bukittinggi dan aktif membina masyarakat di kampung. Mendirikan BPR, sekolah bahasa dan sering bolak-balik Jakarta – Bukittinggi sekedar untuk melaporkan kondisi masyarakat dan pembangunan di kampung.

Luar biasa orang-orang ini. Tidak ada kata pensiun dan berhenti untuk membuat sesuatu yang bermanfaat.

Saya belajar banyak dengan pergaulan bersama para orang tua ini. Mereka bukan orang-orang berpendidikan tinggi. Tapi mereka punya semacam energi, energi positif yang berefek menular ke dalam diri saya.

Standar

7 thoughts on “Bergaul dan Belajar dari Orang Tua

  1. Impresive banget, pencapaian bapak-bapak yang senior ini. Truly inspiring.
    Mungkin seperti Warren Buffet itu….yang usianya sudah 80-an masih tetap enjoy dan aktif berinvestasi.

    Memang, kalau sudah tua, ndak ada aktivitas, malah stres, cepat membikin sel-sel otak mampet.

    So OLD Soldiers nEver DIE.

    Suka

  2. Ahmad Juaeni berkata:

    Luar biasa! Tdk perlu tunggu tua untuk spt mereka, mudah2an Alloh berikan kemampuan untuk ikuti langkah2 mereka.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s