Money and Investing

Pertarungan Seru Minggu Ini: Emas versus Saham

Apa yang lagi seru di Twitter minggu ini?

Kalau jeli menyimak timeline, ada tertawa senang karena harga emas naik begitu dahsyat dan cemberut plus jantungan lantaran harga-harga saham terjun bebas.

Setahu saya memang begitu “nature-nya”. Kalau harga saham anjlok, harga emas pasti naik. Duit investor lari ke sana. Pertanda akan krisiskah? Bisa jadi.

Ekonomi negeri Paman Sam lagi demam, katanya. Tapi ini bukan demam sembarang demam. Sepertinya ini adalah demam pertanda ada penyakit lain yang lebih gawat.

Para investor panik. Mereka yang invest di BEI pada “angkat koper”. Dua triliun dana “panas” mereka pun raip mengakibatkan indeks terjun bebas hampir 10% dalam 2 hari saja.

Investor lokal, tentu saja, panik bukan kepalang. Mereka kun ramai-ramai angkat koper-koper kecil mereka.

Sebaliknya, saya membaca time line investor emas, semuanya sumringah. Bahkan terjadi kelangkaan emas. Pedagang tidak mau lepas emas.

“Sistim finansial modern sedang sekarat, orang kembali ke sistim ekonomi bar-bar, emas”, demikian sebuah twit yang menggelitik saya.

Emas jadi bintang minggu-minggu ini.

Pertanyaannya yang menggelitik adalah, apakah emas dapat membuat kita kaya?

Apakah emas adalah investasi paling menguntungkan?

Emas tidak membuat anda kaya, tapi untuk mempertahankan kekayaan, kata Pak Tung DW yang selalu saya ingat.

Emas adalah sarana pelindung nilai uang kita yang tergerus inflasi. Sederhananya, kalau punya uang nganggur Rp. 50 juta, sebaiknya ditaruh di tabungan atau beli emas? Saya akan pilih emas yang harganya naik rata-rata 20% per tahun dibandingkan bunga/bagi hasil dari tabungan selalu akan tergerus oleh inflasi.

Ada lagi yang mempertanyakan “kehalalan” menyimpan emas dalam jumlah banyak. Menurutnya, dalam agama Islam tidak diperbolehkan menimbun harta yang membuatnya menumpuk di tangan segelintir orang dan tidak produktif.

Bagaimana caranya menghindari penumpukan emas yang berakibat kepada penumpukan aset tidak produktif? Nah, ini pertanyaan menarik.

Ada yang punya pendapat soal ini?

Standar

9 thoughts on “Pertarungan Seru Minggu Ini: Emas versus Saham

  1. Jadi ingat bukunya Robert Kiyosaki yg judulnya Prophecy, buku karangan thn 2004 dan apa yg diramalkan di buku tersebut semuanya terjadi. mulai dari hancurnya program pensiun, property, dan saham. di buku itu juga menyebutkan bahwa emas akan menjadi primadona. Tapi bukan masalah insting,karena semua bisa dijelaskan secara logika. Investasi bak sebuah siklus yang akan terus berputar. Saat ini emas sedang naik daun sampai didapatkan instrumen investasi lain yang potensi dan resikonya seimbang. biasanya setelah ini investasi akan lari ke property,but we will see🙂 Jadi bukan menumpuk harta tp mempersiapkan stok untuk musim paceklik agar bisa menghasilkan optimal di musim panen nantinya.

    nb : ada lagi investasi lain yaitu perak,yg jarang dilirik dan. cocok untuk investor yang akan melakukan hedging.

    Suka

  2. kmrn sy jg nanyain tuh ttg ‘nimbun’ emas..kl bli emas u/tujuan biaya pendidikan, kn br bs dproduktifkan pas saatnya tiba..truzz gmn tuh pak hukumnya?!

    Suka

  3. Walau kecil2an, saya sudah mempraktekkan Pak. Beli emas, lalu gadaikan di bank syariah (dalam hal ini saya BSM). Lalu uang gadainya diputarkan untuk bisnis.
    Jadi, uang dapat untuk produktif (bisnis) sementara emas tetap milik kita (tentu saja suatu saat harus ditebus). Hanya bayar ijaroh saja.

    Syam

    Suka

  4. dodi berkata:

    mendingan beli dinar aja mas, fisiknya jangan diambil tapi disimpan di m-dinar.com, selain nilai titipnya gratis malahan qta dpt bagi hasilnya jg

    Suka

  5. Pengertian sy menumpuk kekayaan adalah “tidak dibayar zakatnya”, tidak ada salahnya menabung u tujuan di masa yg akan datang, krn uang kertas tidak bisa diharapkan u jadi tabungan. Maka Emas jadi pilihan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s