Uncategorized

Banyak Membaca = Malas Berpikir?

Einstein mengatakan, setelah usia tertentu, membaca terlalu banyak dapat mengalihkan perhatian seseorang dari upaya kreatifnya. Siapa pun yang terlalu banyak membaca dan terlalu sedikit menggunakan otaknya sendiri jatuh ke dalam kebiasaan malas berpikir.

Pendapat yang kurang lebih sama juga dilontarkan oleh Emerson: banyak hal yang tidak perlu diketahui oleh seseorang yang bijaksana.

Bagaimana pendapat anda?

Standar

14 thoughts on “Banyak Membaca = Malas Berpikir?

  1. Einstein dan Emerson kejam. Tapi agak sukar membantah pendapat mereka. Apalagi kalau sudah kebiasaan membaca buku-buku yg ditulis bagus dan isinya bergizi, jadi tambah malas mengolahnya jadi suatu pemikiran baru yg lahir dari diri kita sendiri..

    Suka

  2. Saya setuju Om. Kalo terlalu banyak, bisa bikin saya malas nulis atau bikin ide yang orisinil. Ada juga orang yang minder, kalo bikin tulisan “harus” mencantumkan kutipan dari pernyataan/tulisan orang lain.

    Suka

  3. aksa berkata:

    POIN nya ada pada kaLimat MEMBACA TERLALU BANYAK. sesuatu yang terlalu PASTI hasilnya ga baik,sepositif apapun itu. jadi lebih baik tetap saja banyak membaca,namun jangan terlalu banyak.itu,lalu perhatikan apa yang terjadi….

    Suka

  4. Kalau dihubung-hubungkan dengan teori Einsten yang lain, “terlalu banyak membaca” sendiri sangat relatif bagi setiap orang, terutama dari volume bacaan yang dibaca setiap orang. Misalnya bagi saya saat ini, baca satu buku sehari udah terlalu banyak. Sedang bagi, Ronny yang memang biasa membaca banyak, satu buku sehari sepertinya, relatif belum terlalu banyak untuk dibaca. Gitu kali ya?😀

    Suka

  5. Saya sendiri — yang kebetulan sangat senang membaca — memang lebih menjadikan aktivitas membaca sebagai ruang untuk menambah wawasan (jadi BUKAN untuk memicu kita untuk berpikir).

    Inspirasi untuk menstimulasi BERPIKIR, malah saya lakukan sambil berimajinasi, kadang saat lagi bab di pagi hari, atau pas dalam perjalanan lama di kereta/pesawat.

    Jadi MEMBACA —-> MEMBUKA WAWASAN
    BERIMAJINASI —-> MENDORONG BERPIKIR

    Saya cenderung memisahkan dua aktivitas di atas.

    Suka

  6. Menurut saya utk membaca tidak ada istilah “terlalu banyak”.
    Aktivitas berikutnya yg penting mgkn menulis. Mengalirkan apa yg telah kita baca utk orang lain.

    Suka

  7. Membaca sendiri merupakan bagian proses berfikir, karena makna membaca sendiri bukan hanya membaca buku, segala sesuatu harus kita baca, sebuah misteri kenapa ayat Al-Quran pertama yang diturunkan adalah “IQRO” baca lah, bacalah diri, bacalah lingkungan dan alam raya

    Suka

  8. B.Ilmi berkata:

    “Membaca terlalu banyak dapat mengalihkan perhatian seseorang dari upaya kreatifnya.”

    komentar saya, coba dipikirkan kembali latar belakang ungkapan Einstein ini, secara psikologis, apa yang rata-rata kita baca, sebenarnya salah satu dari bentuk pelarian, hingga pada jeda tertentu kita bisa memahami secara lebih tenang akan ungkapan tersebut.

    pelarian kehidupan itulah mungkin maksud si om einstein “pengalihan” dari upaya “Kalimat Upaya” itu berarti usaha yang dilakukan secara sadar yang mungkin kita sendiri tahu, kalau ini tidak membantu sebagai jalan keluar dari akar permasalahan utama.

    yaitu, mendayagunakan otak secara lebih cerdas, untuk berhenti membaca, mulai melakukan hal terkecil yang kita anggap kecil, dan belum terangkai dalam makna-makna penting.

    Suka

  9. Ping-balik: Malas Berpikir Karena Terlalu Banyak Membaca | Bisnis Jogja Online | Berlin Sianipar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s