Business

Siapa yang Akan Lebih Sukses dalam Jangka Panjang?

Dua orang, sebut saja si A dan si B punya bisnis yang sama, di bidang salon.

Si A mengurus semuanya. Mulai dari buka salon, memotong rambut, creambath, memesan perlengkapan salon, sampai menyapu potongan rambut yang tersisa.

Ia bekerja nyaris tanpa libur dengan jam kerja yang panjang.

Waktu adalah uang baginya.

Untuk menghemat, ia membuka salon di ruang tamu rumahnya dan tanpa karyawan.

Ia sering tidak sempat bersosialisasi dengan teman, tetangga, apalagi menghadiri seminar/training peningkatan bisnis.

Si B, punya cara berbeda. Meski bisnisnya belum besar ia berlagak seperti perusahaannya sudah besar.

Ia gaji karyawan khusus untuk potong rambut, keramas, bagian pemesanan dan sebagainya.

Sementara ia sendiri lebih sering terlibat bernegosiasi dengan supplier, berkomunikasi dengan pelanggan tetap untuk mencari tahu apa yang mereka butuhkan, membuat sistim marketing, keuangan, SDM, membuat website, melatih karyawan dan sebagainya.

Kalau sistimnya sudah jalan, ia berencana membuka salon di beberapa lokasi strategis lainnya.

Marjinnya banyak tergerus untuk pengeluaran seperti itu. Yang tersisa hanya sedikit untuknya sebagai pemilik bisnis.

Namun, ia yakin dalam jangka panjang bisnisnya akan membesar dengan pondasi yang kuat dan ia tak harus lagi bekerja dan capek seperti sekarang.

Menurut anda, dalam jangka panjang, siapa yang akan lebih sukses, si A atau si B?

Standar

12 thoughts on “Siapa yang Akan Lebih Sukses dalam Jangka Panjang?

  1. alexander beny berkata:

    Sama2 akan sukses…. tapi nampaknya akan lbh sukses jangka panjang yg B. Karena dia bekerja dg lbh cerdas. Mengandalkan org yg memang expert di bidangnya. Dan akhirnya dia jg akan menjadi expert di ranah manajerialnya.
    Si A memang pekerja keras. Multitasking, yang berorientasi pada keefisienan. Namun disadari ato tidak, kemampuan manusia pasti terbatas jg apabl melakukan hal multitasking. Hal ini menjadikan efisien tidak mesti efektif. Energi si A akan mudah n lbh cepat habis.

    *refleksi atas diri yg cenderung berposisi sbg tipe si A

    Suka

  2. Tentunya si B, karena si B melakukannya dgn membangun sebuah pondasi yg kuat yi team work & sebuah sistem.
    Seperti dalam ceritanya Pipo dan Ambro. (membangun Pipa Vs memperbanyak ember).

    Suka

  3. Si A cocoknya jadi pegawai saja jangan jadi pengusaha. Sementara cocok jadi pengusaha. Jd Si A bisa kerja sama si B. Jadi dalam jangka panjang si A dan si B sama-sama sukses dengan perannya masing-masing…..
    Asik juga pagi-pagi….buat pemanasan otak.
    Thx Pak Roni

    Suka

  4. AMIN berkata:

    semuanya bisa sukses,dan bisa bebas finansial,kalau sudah memperoleh sedikit ilmu tentang manajerial si A,maka akan jauh lebih sukses si A dan jauh lebih baik mempertahankan bisnisnya si A DI banding si B.

    Suka

  5. Kalau saya yakin akan sukses si B, karena pendelegasian tugas dan menanamkan kepercayaan. Dalam bisnis tidak bisa segala sesuatunya dikerjakan sendiri.

    Suka

  6. Daman berkata:

    Dua2nya,
    sudah banyak contoh yg sukses dengan menempuh cara seperti A pada awalnya tapi dimasa depan sukses juga setelah bertransformasi . Cara A membuat fondasi bisnis semakin kuat dan owner sangat mengerti akan detail, mungkin mas Mono bisa jadi contoh.
    Kalo yang B sudah tidak usah dibahas memang seperti itu cara yg banyak diajarkan oleh para business coach, Yulia Astuti mungkin bisa jadi contoh.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s