Uncategorized

JK: Orang Minang Selangkah Lebih Maju daripada Orang Cina

Itu pernyataan dari mantan wapres Jusuf Kalla saat membuka Silaturahim Saudagar Minang beberapa tahun lalu.

Para hadirin yang terdiri dari para pengusaha Minang lokal, nasional dan internasional itu pun tersenyum, bangga tentunya, termasuk saya.

Tapi, cerita Pak JK tidak sampai di situ saja. Masih ada lanjutannya.

“Maksud saya, orang Minang selangkah lebih maju di depan toko orang Cina, alias dagang kaki lima”, lanjutnya yang disambut tawa hadiri memenhuhi ruangan. Kami pun malu kena “sindiran” ini.

Kenyataan di lapangan memang demikian. Banyak sekali orang Minang yang masih berkutat di sektor informal dan mikro.

Mereka sering jadi “korban” yang terpinggirkan setelah terjadi kebakaran (baca: revitalisasi) di pasar-pasar.

Pak JK menyentil agar kita tidak cepat puas dengan apa yang sudah dicapai. Harus berani bermimpi dan bertindak besar.

Jangan puas hanya dagang di kaki lima. Harus naik kelas jadi punya toko.

Jangan puas hanya punya toko dagang eceran, harus naik jadi grosiran dan produsen.

Jangan puas hanya punya toko di Jakarta, harus punya cabang di semua propinsi.

Jangan puas hanya dapat menyekolahkan anak, beli rumah, mobil, naik haji. Harus bermimpi suatu saat perusahaannya IPO seperti Matahari.

Sentilan Pak JK ini sebetulnya tidak hanya ditujukan kepada orang Minang. Tapi untuk siapa saja yang tengah meretas jalan menjadi wirausaha.

Standar

7 thoughts on “JK: Orang Minang Selangkah Lebih Maju daripada Orang Cina

  1. Gerizal berkata:

    Anda Orang Minang/Padang Sejati Kalau:

    1. Tidak bisa melihat dan membiarkan trotoar kosong atau nganggur.
    2. Berjalan/mengendarai mobil lebih pelan di perempatan/pertigaan untuk melihat peluang membuka rumah makan.
    3. Mengeluh bila belum makan masakan Padang minimal sekali sehari.
    4. Tidak bisa makan tanpa cabe atau sambal pedas serta selingan kerupuk jengkol.
    5. Kalo makan berkeringat, tapi kalo kerja maunya tidak berkeringat.
    6. Hal pertama yang ditanya begitu sampai di suatu kota adalah dimana ada rumah makan Padang terdekat.
    7. Membawa nasi rames Padang ke dalam pesawat sejak Airlines di Indonesia tidak lagi menyediakan makanan.
    8. Lebih memilih randang jengkol dan sambel pete daripada menu daging, ayam atau sambel ABC.
    9. Pada saat makan pagi, anda sudah mengetahui kemana dan makanan apa yang akan dimakan untuk siang dan malam harinya.
    10. Makanan kesukaan anda di daftar menu adalah yang paling murah dan paling banyak porsinya.
    11. Terhimpit maunya di atas, terkurung maunya diluar.
    12. Masih menawar harga barang di swalayan atau department store yang sudah ada Price Tag-nya dengan harapan bisa dapat lebih murah.
    13. Hal pertama yang muncul di pikiran saat membeli barang adalah apakah bisa dijual kembali dengan sedikit keuntungan.
    14. Berhasil dengan sukses menjual serta meyakinkan seseorang untuk membeli barang kelas kaki lima dengan harga swalayan.
    15. Tahu perkembangan naik turun harga barang di pasar, harga emas, harga kain, upah jahit baju, ongkos cetak dan sewa tempat di pasar.
    16. Berkunjung ke department store, swalayan atau toko hanya untuk mengetahui perbandingan harga barang untuk kemudian mencarinya di kaki lima.
    17. Simbol matematika yang paling dikenal adalah tanda + (tambah) dan tanda X (kali), tidak mengenal tanda – (kurang) dan tanda : (bagi).
    18. Lancar mengucapkan kalimat satu 5 ribu, dua 7 setengah, tiga 10 ribu.
    19. Hasil perhitungan 2+2=7 karena 4 pulang modal, 2 keuntungan dagang, 1 untuk sewa tempat/ongkos.
    20. Tangan menerima uang lebih cepat dan tangkas daripada tangan membayar.
    21. Pelajaran yang paling diminati di sekolah adalah aritmatika, hitung dagang, harga pokok dan marketing.
    22. Tempat duduk favorite anda waktu berkunjung ke cafe atau restorant adalah di dekat kasir atau pintu masuk, untuk melihat penerimaan uang masuk dan jumlah pengunjung yang datang.
    23. Perintah tambahan anda saat menyuruh seseorang membeli barang di toko atau warung adalah cari harga yang paling murah dan usahakan untuk menawar.
    24. Selalu naik angkutan umum atau angkot yang ada musicnya.
    25. Menyetop taxi, membuka pintu depan, kemudian bertanya ke sopir taxi-nya “Jurusan mana Bang??”.
    26. Lebih memilih tarif taxi sistem tawar menawar daripada sistem argometer demi alasan kepastian harga dan kepuasan menawar.
    27. Selalu memilih duduk paling depan kalo naik angkutan umum, bus atau pesawat dengan tujuan supaya bisa sampai lebih cepat dan lebih dulu.
    28. Pesta pernikahan anda belum terasa lengkap tanpa ada panggung orgen tunggal yang menampilkan penyanyi terkenal se-kecamatan atau kabupaten.
    29. Begitu keluar dari kampung halaman, langsung bisa berbahasa Indonesia Raya yang baik dengan logat Minang yang kental serta gimana gitu.
    30. Selalu berprinsip “Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung, tapi kampung halaman dan pulang kampung tetap nomor satu”.

    Sorry bagi yang tersinggung ana juga urang minang, hanya sekedar bercanda dan self critics.
    GO Padang,
    Hidup Minang…..tambuah ciek…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s