Uncategorized

Ingin Menantang Keunggulan Kompetitif Bisnis Lain? Hati-Hati

Di Metro Tanah Abang ada satu toko yang sangat menginspirasi.

Dia jualan kaos grosir, tapi omzetnya gila-gilaan. Mungkin ratusan juta per hari.

Marjin keuntungannya sangat tipis, bisa jadi hanya lima ribu perak saja per lusin. Tapi perputarannya bisa ribuan lusin per hari.

Pembeli antri, sampai-sampai dibatasi pembeliannya maksimal hanya 10 juta per orang. Bayangkan. Siapa yang nggak ngiler menirunya.

Muncullah satu kompetitor yang ingin mencoba menggoyang singgasananya.

Awalnya, kompetitor ini berhasil menggoyang. Dengan modal yang kuat dan marjin lebih rendah, satu persatu pelanggannya pun beralih.

Namun, kompetitor baru ini lupa berhitung bahwa model bisnis ini punya “critical point” yang berbahaya kalau tidak dikuasainya, yaitu penguasaan sistim dan infrastruktur produksi yang kompleks dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Salah hitung atau salah ambil keputusan sedikit, bisa serius akibatnya.

Ini adalah model bisnis yang “zero defect”, tidak boleh ada kesalahan sedikit pun. Salah sedikit bisa tamat, karena marjinnya sangat tipis.

Itulah yang terjadi dengan pemain baru ini. Ia salah ambil keputusan saat memesan bahan. Ia menghadapi “point of no return”, keputusan yang diambil tidak bisa ditarik.

Akibatnya pun blunder, produksi terhambat, pelanggan kecewa, hutang menumpuk. Bisnis ini hanya bertahan setahun dengan kerugian miliaran.

Meniru model bisnis lain memang kelihatannya mudah. Tapi ingat, pemain yang ingin dihadapi itu punya keunggulan kompetitif yang telah diasahnya bertahun-tahun dan tidak mudah dipatahkan hanya dengan kekuatan modal dan jaringan saja.

Standar

5 thoughts on “Ingin Menantang Keunggulan Kompetitif Bisnis Lain? Hati-Hati

  1. hmm benar, kita g mngkn menantang “mentah-mentah” kompetitor yg jelas udh punya jam terbang tinggi.

    yg ada kita harus selalu learning by doing, error n trial again🙂

    salam hangat semuanya😀

    Suka

  2. Itulah klo mencontek 100%, seharusnya sesudah mencontek dy pelajari dahulu sela2 yang tidak dimiliki oleh kompetitor, sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik daripada yang dimiliki oleh kompetitor,😀

    Bagai sy, seseorang bisa sukses tentunya karena sudah melewati tempaan yang begitu dahsyat, yang tak jarang menguras berbagai macam hal, pikiran, materi, fisik, dan tentunya waktu.
    Memang akan muncul saat-saat dimana kita bisa memiliki segala secara instan, akan tetapi karena tidak dibarengi dengan tempaan-tempaan tersebut, kita akan goyah & tidak jarang kita akan kecewa dengan keputusan yang telah kita ambil sebelumnya, yang justru dengan adanya pemikiran ini, kita tidak mau bangkit menjadi pribadi yang lebih baik.

    Suka

  3. kalau ada yang mengatakan bisnis itu harus nyemplung sampai basah. ya betul supaya titik kritisnya kita fahami, hafal dan terasa dimana letaknya. selain itu pebisnis lama lebih hafal irama dan selera pasar. dan marjin lebih rendah tidak selalu lebih laku. terkadang barang yang lebih unik dan kualitas lebih baik,atau punya sentuhan khusus pada detail, tetapi lebih mahal sering lebih laku.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s