Uncategorized

Pejuang Sejati Tidak Pernah Membicarakan Kekalahannya

A warrior of light is wise, he does not talk about his defeats, demikian tulis Paulo Coelho.

Pejuang sejati itu pasti pernah merasakan kekalahan, tapi ia tidak pernah larut dan membicarakannya. Ia bijak menyikapinya, mengevaluasi diri dan terus kembali bergerak dengan rencana-rencananya.

Kualitas ini saya lihat ada di figur H. Alay (inspirator TDA). Siang hari kemarin beliau tiba-tiba menelpon saya, setelah cukup lama tidak saling kontak.

Seperti biasa, dengan nada bicara penuh semangat, beliau menceritakan apa saja yang sedang dikerjakan dan rencana-rencana yang akan dikerjakan.

Di usia yang sudah 60, beliau tidak pernah berhenti bergerak. Makin sibuk, saya lihat. Sekarang sering keliling Indonesia diundang memberi ceramah ke kampus. Saat menelpon, beliau sedang boarding menuju Padang untuk bicara di Kampus Universitas Andalas. Selasa sudah ke Makassar lagi. Padahal belum lama ini baru pulang dari India dan keliling Eropa.

Beliau mengajak saya untuk melihat proyek pasar dan real estate yang sedang di bangun di Malaysia. “Sekalian kita bikin aja tur TDA ke Singapura dan Malaysia”, ujarnya yang langsung saya amini.

Dalam setiap perbincangan saya dengan beliau, tak pernah sedikit pun membicarakan tentang “kekalahan” atau “kegagalan” bisnisnya. Padahal, saya juga tahu banyak bisnis beliau yang tidak sukses.

Ucapan beiau selalu didominasi dengan ide-ide baru, rencana-rencana besar dan apa yang mau dikerjakan. Hampir tidak pernah membicarakan hal yang terjadi “di belakang” alias masa lampau, apalagi soal kegagalan.

Setalah membaca kalimat dari Coelho tadi saya jadi sadar, bahwa itulah kualitas alami yang sudah “built in” di dalam jiwa seorang pejuang sejati, atau “the warrior of light” istilahnya Coelho.

Iklan
Standar

9 thoughts on “Pejuang Sejati Tidak Pernah Membicarakan Kekalahannya

  1. Dalam soal semangat hidup seperti ini, mudah2an tak ada perbedaan lelaki dan perempuan sebab saya ingin seperti P Haji, bergerak sampai Yang Diatas Sama menghentikan kaki saya. Ide TDA tour ke luar negeri menarik nih..Kalau nanti benaran terujud saya daftar pertama 🙂

    Suka

  2. satu kelitikan yang sangat masuk, untuk apa & sampai kapan kita mengeluh.
    Trima kasih banyak pak H. Alay.
    Trima kasih juga kepada tulisan-tulisan pak Rony yg luar biasa.

    Salam sukses mulia
    -wawah darmawan-

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s