Business

Mewaspadai Hadirnya Crackers

Saya amati, di setiap industri sekarang sedang terjadi fenomena baru, yaitu munculnya “crackers”.

Apa itu crackers? Itu lho, pemain baru yang tiba-tiba muncul dan mengubah peta industri dan bikin pemain lama kebingungan karena nggak siap mengantisipasinya. Untuk lebih jelasnya, baca deh bukunya Rhenald Kasali yang berjudul Cracking Zone.

Cracker adalah para penemu (inventor) yang mengubah industri yang kemudian menimbulkan kehancuran-kehancuran atau retakan-retakan pada teritori tetangga-tetangga mereka, namun juga sekaligus menciptakan peluang-peluang baru bagi industri-industri yang belum dikenal. Maka, kalau tidak berhati-hati, mereka bisa terkubur dalam retakan itu, demikian tulis Rhenald Kasali.

Di Indonesia, ilustrasi yang fenomenal adalah XL yang di bawah pimpinan Hasnul Suhaimi telah memperbarui industri telekomunikasi dengan prinsip freemium: tarif supermurah, volume besar, frekuensi tinggi, namun dengan layanan tetap premium. Strategi ini telah membawa XL menempati nomor dua operator seluler Indonesia di bawah Telkomsel dan menggantikan posisi Indosat.

Saya percaya dengan sinyalemen cracker versi Pak Rhenald ini.

Di berbagai industri yang saya perhatikan, “mahluk” seperti itu memang ada.

Hadirnya Facebook mengubah peta persaingan social media yang akhirnya mengubur MySpace dan Friendster.

Di industri sepatu/alas kaki, merek Crocs juga adalah fenomena cracker, mengubah peta industri, walau pun saya belum tahu apakah ada merek lain yang tumbang karenanya. Yang jelas, ia telah membuat kategori sendiri yang tak terpikirkan sebelumnya.

Di industri telekomunikasi, fenomena BlackBerry jelas-jelas telah membuat Nokia kelimpungan. Namun, industri ini sangat seru, saat ini posisi BlackBerry pun terancam serius oleh iPhone dan Android.

Industri netbook terguncang dan menurun pasarnya setelah hadirnya iPad yang diikuti tablet-tablet sejenisnya. Saya yakin, masa depan laptop/netbook akan digantikan oleh tablet karena anak-anak balita saja bisa menggunakan. Mereka pasti akan “gagap” jika disodorkan laptop kelak.

Di industri makanan Indonesia, ada fenomena JCo yang mengubah peta industri yang selama ini dipegang oleh Dunkin’ Donuts. Dunkin’ pun berubah, mau tidak mau. Selain itu juga ada fenomena D’Cost dengan konsep seafood harga kaki lima mutu bintang lima-nya.

Hampir di setiap industri ada cracker-nya, tak terkecuali di industri fashion yang saya geluti.

Pesaing kita di masa depan bukanlah mereka yang kita antisipasi dan amati selama ini. Pesaing kita di masa depan adalah mereka yang tiba-tiba muncul dengan konsep dan model bisnis baru. Kehadirannya mengagetkan dan seperti virus melalui sarana word of mouth atau social media.

Menarik, sekaligus menantang.

Makanya, tepat kata-kata Steve Jobs, “Don’t settle”, jangan pernah menetap, teruslah bergerak ke arah yang belum pernah ditempuh sebelumnya. “Stay hungry, stay foolish”.

Standar

10 thoughts on “Mewaspadai Hadirnya Crackers

  1. Mampir lagi hehehe..
    Industri yang mengalami crackers seperti yg ditulis diatas contohnya adalah bisnis-bisnis dengan modal besar. Tapi di UKM sering pula terjadi, hanya karena kecilnya luput dari perhatian massa. Di industri gula aren saja saya amati setidaknya ada satu cracker yg bikin repot bisnis saya🙂

    Suka

  2. kenapa tidak bisnis kita sendiri yang kita arahkan menjadi crackers di bidangnya …

    tapi gak mudah juga … tapi aku tetap usaha … disaat orang lain buat perahu LCR banjir dari perahu karet kami mau buat dari aluminium agar gak bocor dan kuat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s