Life, Minimalism

Gaya Hidup Melawan Arus

Terkait dengan tulisan saya kemarin soal kartu kredit yang sudah menjadi arus gaya hidup dominan di masyarakat kita, kenapa kita tidak berani berpikir melawan arus dengan tidak menggunakannya?

Inti tulisan saya kemarin adalah itu.

Jangan selalu mengikuti arus utama yang belum tentu benar dan cocok untuk kita.

Coba berpikir, apakah selama ini kita termasuk yang mengikuti arus atau mencoba jalur alternatif lain?

Misalnya, ketika mayoritas orang bekerja di kantor, kenapa kita tidak coba bekerja di rummah?

Ketika orang mayoritas orang berlibur di saat weekend, kenapa tidak kita coba berlibur di hari kerja?

Ketika mayoritas orang berusaha memaksimalkan kepemilikan, kenapa kita tidak meminimalkannya? Own less, enjoy more.

Ketika mayoritas orang bergaya hidup konsumtif, kenapa kita tidak berhemat? Spend less, enjoy more.

Ketika mayoritas orang sibuk dengan gadget, kenapa kita tidak membaca buku?

Ketika mayoritas orang meeting sambil duduk, kenapa kita tidak sambil berdiri?

Set your own rules, live the life what you want and change the world, kata di blognya.

Di luar sana lagi trend gaya hidup menentang arus seperti ini.

Mereka mempertanyakan ulang hal-hal yang sudah dianggap lumrah, taken for granted dan kemudian merekonstruksi ulang kehidupan yang ideal menurut versi mereka.

Standar

13 thoughts on “Gaya Hidup Melawan Arus

  1. ajakan yang bagi sebagian orang jelas membuat mereka mengernyitkan dahinya. memang harus ada pembeda untuk membuat kita memikirkan apa yang cocok buat tindakan kita sendiri. tulisan yang menggugah pak!

    Suka

  2. falis berkata:

    setuju sekali pak…sekarang saya mencoba menerapkan hal itu, padahal saya sudah men-set hal itu sejak saya SMA. Set my own rules and live the life what I want…trima ksh atas reminder-nya pak..

    Suka

  3. adi berkata:

    Saya manfaatkan kartu kredit utk mendapatkan diskon dan penawaran menarik lainnya. Setiap habis transaksi ada porsi uang cash yg saya masukkan ke dlm pos khusus utk membayar kartu kredit tsb di bulan berikutnya. Saya lebih ke melawan sistem tsb dengan memanfaatkannya ketimbang menjadi anti dan melepaskannya sama sekali.

    Suka

  4. Set your own rules? Menarik. Saya mau melakukannya. Tapi mesti di mulai dari mana yah? Secara meninggalkan kartu kredit sama sekali belum memungkin…

    Suka

  5. sulit memang menerabas kemapanan. sy sendiri kadang memang tak happy dengan arus besar apa yang dinamakan gaya hidup. ketika bersikeras tak ikut keriuhan BlackBerry community, sy jadi orang yg ‘aneh’ di lingkungan. memang butuh daya tawar yang tinggi untuk melawan arus.

    nice post bang.

    Suka

  6. gewos berkata:

    KKredit banyak membuat rumah tangga terpecah belah, buktiin ndiri klo ngk percaya!!! Ttangga gw minggat gra2 punya tag. KK senilai 10jt, pdahal nilai rumahnya hampir 300jt

    Suka

  7. menentang arus merupakan salah satu cara berpikir kreatif . Karena sebelum mencari arternatif jawaban dia telah jump out the box dari hal yang “biasanya”.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s