Business, Money and Investing

Bisnis Tanpa Hutang

Beberapa waktu lalu saya baca bahwa cadangan uang tunai di tangan perusahaan Apple lebih besar dibandingkan uang tunai yang dipegang oleh pemerintah Amerika. Dahsyat.

Belakangan saya ketahui bahwa Apple adalah perusahaan yang tanpa hutang.

Pagi ini saya baca di SWA terbaru yang mengangkat sajian utama “Rahasia Tumbuh Cepat dan Kokoh”, menampilkan perusahaan-perusahaan yang pertumbuhannya cepat namun pondasinya tetap kokoh.

Selama ini yang saya tahu banyak yang tumbuh cepat tapi pondasinya ringkih. Ternyata, banyak juga perusahaan yang “sakti”, bisa tumbuh cepat namun tetap kokoh alias sehat. Ini yang dicari.

Salah satunya adalah Grup Hotel Santika yang berdiri sejak 1981. Pertumbuhannya sangat cepat. Tahun 2000 jumlah hotelnya cuma 9 dan sekarang di 2011 sudah 38. Mereka punya proyeksi tahun 2012 punya 62 hotel dan 2015 100 hotel. Pertumbuhan yang fantastis!

Sebagai orang awam yang selalu ingin tahu, tentu anda sama dengan saya. Pasti punya pertanyaan, bagaimana caranya? Terutama soal duitnya dari dari mana.

Ternyata mereka tidak menggunakan duit sendiri. Mereka bermitra dengan investor yang punya tanah nganggur dan punya duit nganggur. Very smart!

Salah satunya adalah dengan Erick Thohir (Direktur TV One) yang punya banyak tanah di mana-mana. Ia punya rencana akan membangun 9 hotel lagi dengan pola seperti ini.

Santika dalam hal ini hanya fokus kepada mengelola brand dan manajemen hotel saja. Sebagai brand, nama Santika sudah dikenal kredibel selama ini karena manajemennya bagus dan punya nilai-nilai atau budaya perusahaan yang dikenal baik selama ini. Ini juga lantaran satu holding dengan Kompas Gramedia.

Cerita yang kurang lebih mirip juga terjadi di Grup Ciputra yang saat krismon tahun 97-98 itu nyaris tenggelam dengan hutang menggunung senilai USD 125 juta dan Rp 1 triliun. Celakanya, penjualan juga anjlok.

Sekarang grup ini makin agresif dan telah melompat demikian jauh. Pertanyaan yang sama, bagaimana caranya keluar dari masalah ini dan melakukan lompatan kuantum?

Meski berat, mereka terpaksa melepas kepemilikan saham perusahaan dan me-reschedule pembayaran hutang.

Setelah agak sehat kembali, mereka pun mulai dengan rencana ekspansi baru namun lebih berhati-hati dalam berutang. Grup ini kemudian melakukan kerja sama dengan para pemilik lahan dan investor untuk membangun kawasan baru. Hutang hanya dibatasi maksimal 15% dari equity.

Nama baik yang dipelihara selama ini telah berhasil meyakinkan para investor dan konsumen. Meski pun kelimpungan saat krisis, semua kewajiban tetap ditunaikan tanpa terkecuali. Brand Ciputra tidak cacat. Nama baik brand itulah yang kemudian menjadi jalan untuk memulai bangkit kembali.

Dari kedua cerita di atas jelas sekali bahwa bisnis tanpa utang atau sedikit utang bisa sekali diwujudkan. Syaratnya, kita harus punya nama baik, track record yang terpuji, kompeten di bidangnya dan punya konsep bisnis yang bagus.

Inilah benang merah yang saya temukan sejak berkenalan dengan Pak Heppy Trenggono yang mengusung konsep Debt Free Business.

Tadinya saya pikir ide ini hanya bisa diterapkan oleh segelintir orang saja dengan jenis bisnis tertentu. Ternyata tidak juga. Tetap ada bisnis yang sukses dan kokoh dengan pertumbuhan fantastis, namun tanpa atau sedikit hutang.

Di internet saya juga temukan sebuah komunitas yang berbisnis dengan cara seperti ini. Namanya 37 Signals.

NB: Tanggal 2-4 Desember nanti saya diundang menghadiri workshop How To Be Debt Free oleh Pak Heppy Trenggono. Ini workshop langka, di tengah maraknya kampanye untuk berutang.

Standar

12 thoughts on “Bisnis Tanpa Hutang

  1. Setuju, pak roni…
    Sy jg pernah ngalami jatuh dan terlilit hutang. Skr ga berani utang lg. Hehhehheh
    Kl mau, Ikut workshop p heppy ( IIBF) di Bandung tgl 14-15-16 dec. Dijamin ga nyesel. Thx

    Suka

  2. sampai saat ini saya blm bisa terbebas dari hutang bank, padahal saya berusaha untuk komitmen tidak hutang lagi, tetapi masih blm bisa terbebas dari hutang.

    Tetapi sy sangat setuju dg gagasan Pak Heppy Trenggono dg kampanyenya Bisnis Tanpa Hutang, semoga kalo ke Malang lg sy bisa ikut workshopnya.

    Suka

  3. haris fadillah berkata:

    Bang roni..tulisannya sangat penuh makna dan spirit.mudah-mudahan akan ada badroni lain yang lahir dari pademangan..sukses selalu bang

    Suka

  4. gewos berkata:

    Ngk berhutang memang agak sulit, usul gw hindari hutang yg berjangka waktu panjang. Seperti orang menyelam terlalu lama kita akan kesulitan bernapas.

    Suka

  5. saya pernah ikut worksop nya p Heppy, inti dari bebas hutang adalah bebas dari riba, apapun pendapat anda, ini ga bs diperdebatkan. krn yg mengharamkan riba adalah Allah SWT.

    Saat ini saya msh terlilit hutang, tp setiap waktu saya ber doa agar saya bisa sera se bebas dari riba ini.

    bad debt is a slaverry, and riba is always bad debt.

    Suka

  6. Kalau mengembangkan bisnis dg hutang bagaimana pak? Bisnis sudah running dan ingin buka cabang, tapi perlu suntikan modal..pernah ada yg nawarin kerjasama, tapi saya punya pengalaman buruk bekerjasama dg orang, jadi tidak mudah jika mw bekerjasama dg orang lain pak

    Suka

  7. nia berkata:

    aduh ‘posisi saya berada ditaraf engap dgn utang bank ,sekalipun bank sariah ,ya allah semoga ada jalan keluar yang terbaik menurut mu ,berkahkan lah ya allah langkah ku .amin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s