Life, Motivasi

James Cameron: Push Beyond the Limit

Pagi ini saya menonton biografi James Cameron yang membuat saya memohon kepada istri untuk menggantikan giliran saya mengantarkan Vito ke sekolah.

Saya sangat penasaran dengan sutradara fenomenal di balik sukses film Titanic dan Avatar ini. Semua orang mengakui kedua film ini adalah pencapaian luar biasa sepanjang sejarah perfilman.

James Cameron adalah imigran dari Canada. Ayahnya adalah seorang insinyur dan ibunya seorang peminat seni.

Ayahnya melarang James kecil yang gemar membaca komik, sementara ibunya membolehkannya. Kombinasi yang menarik🙂

Drop out dari kuliah, James muda sempat menjadi supir truk dengan bayaran 4 dolar per jam.

Ketertarikannya sejak kecil dengan sains-fiksi membuatnya nekat melamar ke salah satu produser Hollywood dan ia pun pendapat pekerjaan dengan upah minim di bagian teknis.

Meski begitu ia tetap bekerja dengan penuh semangat karena yang dicarinya bukanlah uang, tapi pengalaman belajar dari sang produser senior itu. “Pengalaman 15 tahun saya dapat dalam hanya bekerja 1,5 tahun di sana”, tuturnya.

Passion dan kesungguhan bekerja ia tunjukkan sehingga karirnya pun mulai menanjak.

Sebuah tawaran menyutradarai film “abal-abal” dari Italia pun ia ambil. Namun proyek pertama ini gagal total dan membuatnya bangkrut bahkan berbulan-bulan tidak punya uang untuk makan sekali pun.

Impiannya tidak mati bersama kondisinya itu. Minatnya terhadap film sains-fiksi tetap hidup. Sampai suatu saat ia nekat menawarkan ide film, Terminator kepada produser di Hollywood. Ndilalah, proposalnya itu diminati dan dibiayai dengan anggaran cukup tinggi ketika itu. Film itu meledak dan karpet merah mulai terbentang untuk karir James Cameron.

Aliens, sekuel Terminator, The Abyss, True Lies kemudian menyusul setelah sukses Terminator. Semua filmnya adalah proyek ambisius, menggunakan teknologi terkini dan sering over budget.

James adalah sutradara keras kepala dan yakin dengan idenya. Ia tidak mau bernegosiasi soal budget. Titanic adalah masterpiece-nya yang mengalahkan pencapaian sepanjang masa dari Star Wars.

Mungkin watak keras kepada dan non kompromi ini terbawa juga ke dalam perjalanan hidup pribadinya yang kawin cerai sampai 4 kali.

Kata-kata kunci yang menjelaskan pencapaian James Cameron akhirnya saya dapat dari kutipan wawancaranya setelah Titanic memborong 11 penghargaan Oscar ketika itu.

“Saya selalu berusaha push beyond my limit”, ungkapnya.

Hal ini dibuktikannya lagi dengan pencapaian film Avatar yang merupakan torehan sejarah baru perfilman dunia. Ia selalu membuat yang tidak pernah dibuat oleh orang lain sebelumnya.

Standar

10 thoughts on “James Cameron: Push Beyond the Limit

  1. Cameron memiliki karakter yang menarik, yang bisa kita ambil banyak pelajaran darinya..Pencapaiannya yang luar bisa di film tak diimbangi oleh pencapaian pribadi..Push his limit hanya diterapkan pada sesuatu yg menjadi passionnya..Yah, akhirnya terbukti lagi teori yang saya percaya, hidup ini hanya perkara memilih dari serangkaian pilihan…:)

    Suka

  2. kenapa setiap sukses seolah-olah selalu minta ‘korban’, entah keluarga, kesehatan, waktu luang, urusan hukum atau lainnya…gimana cara mem’balancing’ sukses agar bisa berdamai dengan hal-hal diatas ? any experience pak ?

    Suka

    • Saya kira banyak juga mrk yg sukses bukan dengan “tapi” tapi dengan “dan”. Warren Buffet bgmn? Saya membahas James Cameron karena kebetulan aja pas nonton.

      Suka

      • warren buffet malah ditinggal istrinya pak yang lebih mencintai dunia menyanyi, kemudian warren buffet hidup dengan sahabat istrinya, akhirnya menikah kalo gak salah setelah istrinya meninggal. Konon mereka bertiga tetap akrab sebagai sahabat…kehidupan yang cukup ‘aneh’ bukan ? hehehe

        Suka

  3. Wei Wei berkata:

    Thank u for sharing pa Roni…. Sgt meng inspirasi…. Memang diperlukan kesadaran terus menerus dlm pencapaian sukses kita ya pa.. Supaya terus seimbang dlm berbagai aspek kehidupan.

    Suka

  4. Ping-balik: Sebuah Biografi Singkat Tentang Sutradara Kelas Dunia « Welcome to My Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s