Business

Apa Keunikan Bisnis Anda?

Bisa menghadiri seminar dengan pembicara Pak Teddy P. Rachmat adalah kesempatan langka dan berharga buat saya beberapa waktu lalu.

Kalau di luar ada Jack Welch, di sini TP. Rachmat adalah Jack Welch-nya Indonesia.

So, apa yang dikatakan beliau, sebaiknya didengar dan dipercaya.

Salah satunya adalah soal keunikan bisnis.

Bisnis kita itu harus punya keunikan.

Kalau tidak ada, you are going no where, kata Pak Teddy.

Tidak mudah menemukan keunikan bisnis kita. Bahkan rata-rata perlu sampai 4 tahun seperti kata Jim Collins di buku Good to Great.

Keunikan itu tidak harus sesuatu yang canggih atau hi-tech. Sesuatu yang sederhana pun bisa dijadikan keunikan.

Contohnya adalah salah satu bisnis Pak Teddy, Assa Rent yang dulunya bernama Adira Rent.

Keunikannya sederhana dan hanya ada 2: service excellent dan excellent maintenance. Hanya 2 itu saja. “It’s very simple”, kata Pak Teddy.

Tapi keunikan atau kelebihan itu terus disempurnakan dan terus dipertajam selama bertahun-tahun. Bahkan untuk service excellence itu, semua supirnya harus bisa bahasa Inggris dan ilmu bela diri.

“Kami harus jadi number one in the world untuk kedua keunikan tersebut”, kata Pak Teddy.

“Kami menerapkan ‘fanatical discipline’ untuk kedua keunikan tersebut”.

“Awalnya tidak mudah menemukan keunikan. Ada lebih dari 10 keunikan yang diinventarisir. Akhirnya kami memilih hanya 2 itu saja untuk dibela mati-matian”.

Saya teringat cerita Pak Tung DW tentang seorang pegulat yang cacat tangan dan kaki yang ikut kejuaraan dunia. Ia tidak bisa berdiri. Jadi, untuk melawan lawannya, ia hanya tiduran terlentang.

Oleh pelatihnya ia hanya dibekali 1 jurus saja. Tapi itu jurus dahsyat, sehingga ia pun berhasil mengalahkan lawannya di babak awal.

Menjelang babak berikutnya, ia minta tambahan jurus lain kepada gurunya.

Gurunya hanya bilang, “Jurusnya hanya itu saja, tapi kamu lakukan dengan lebih cepat dan lebih kuat lagi”.

Ia pun menuruti kata sang guru dan berhasil menang dan melaju ke babak yang lebih tinggi.

Ketika sampai di semi final, ia ragu dengan jurus yang dimiliki dan kembali meminta kepada sang guru jurus yang lebih dahsyat.

Gurunya tetap tidak mau memberikan jurus baru. “Gunakan saja jurus itu, tapi dengan lebih cepat dan lebih kuat lagi”.

Ia menuruti titah sang guru dan ternyata menang lagi hingga sampailah di babak final.

Kembali ia meminta jurus baru untuk melawan lawan yang ‘best of the best’ di babak final itu.

Jawaban sang guru tetap sama. Tidak ada jurus baru. Pakai saja jurus yang sama tapi dengan lebih cepat dan lebih kuat lagi.

Ia tidak punya pilihan kecuali menuruti perintah sang guru dengan ‘fanatical discipline’.

Akhirnya ia menjadi juara di final dengan hanya 1 jurus andalan.

Kurang lebih ceritanya sama dengan cerita Pak Teddy Rachmat ini.

So, mari temukan keunikan bisnis kita. Cukup 1 atau 2 hal saja yang tidak dimiliki oleh pesaing. Asah terus keunikan itu dengan ‘fanatical disciplin’, disiplin yang benar-benar fanatik.

Standar

6 thoughts on “Apa Keunikan Bisnis Anda?

  1. jurus itu bisa dikalahkan dengan memegang tangan kirimu sedangkan kamu tidak punya tangan kiri hmm.. very inspiring!!! jadi kangen mendengarkan profokatifnya pak tung🙂

    Suka

  2. penuh semangat tulisan yang satu ini,

    Jujur saya pernah membaca sebuah nyata penuh inspirasi di buku nya Steven R Covey, ceritanya sama dengan di atas. Paling tidak kita sudah belajar dan terus belajar tentang memaknai sebuah makna dari suatu masalah

    Suka

  3. wuah ini sangat penting sekali, kira-2 apa ya keuanikan bisnis Kerajinan Kulit saya.
    Sudah hampir 2 th berbisnis secara online dam 15 th secara offline, ternyata blm terinventaris keunikannnya.

    Dengan rasa hormat, saya akan merasa senang apabila diberitahu tentang keunikan yg harus difanatiki di usaha kerajinan kulit saya ini ( http://www.grosirkulit.com )…trims

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s