Uncategorized

Seniman, Bukan Pebisnis

“Pak Roni itu seniman, bukan pebisnis”, demikian celetukan Pak @mohamadrosihan, Presiden @TanganDiAtas saat ini.

Saya hanya menanggapinya dengan cengiran. Masak iya sih?

Celetukannya beralasan. Mungkin ia memperhatikan gaya saya yang santai, non-formal, suka menikmati jazz, sastra dan semua yang berbau seni.

Ya, saya memang suka seni. Seni itu adalah keindahan, adalah rasa. Saya suka.

Waktu tes masuk Trisakti dulu, saya memilih 2 jurusan: ekonomi manajemen dan disain grafis. Saya sempat mengikuti tes gambar segala.

Tapi hasrat saya itu saya kunci dan berpikir pragmatis. Saya masuk saja fakultas ekonomi dan lulus jadi pengusaha. Kalau banyak duit kan bisa menjadi kolektor lukisan atau maicenas seni seperti Setiawan Djody.

Akhirnya saya lulus fakultas ekonomi, sekarang berbisnis fashion. Yah, ada hubungan juga dengan seni dan keindahan🙂

Saya tetap aktif menikmati jazz, baca karya sastra, sekali-sekali menghadiri pameran lukisan atau pementasan seni.

Dan terakhir, saya membuat komik anak-anak.

Lho, kok komik anak?

Ya. Ceritanya saya bikin brand pakaian anak Vinito yang terinspirasi dari anak-anak saya, Vito dan Vino. Biar ngirit, modelnya pun mereka🙂.

Sebagai brand baru, saya ingin memperkenalkannya dengan cara unik. Terpikir untuk membikin komik saja dengan tokohnya Vito dan Vino sendiri.

Setelah hampir setahun mencari mitra yang bisa membantu mewujudkannya, akhirnya bulan lalu terbitlah edisi perdana komik anak Vito dan Vino. Komik ini akan dibagikan sebagai hadiah atau gimmick buat pembeli baju Vinito.

Apa yang terjadi malah di luar dugaan. Katanya pihak Gramedia tertarik untuk mendistribusikannya. Mereka suka dengan karakternya yang unik. Nah lho…

Beberapa teman malah menawarkan ide untuk membuat game iPad, film animasi dan merchandisenya.

Saya hanya mengikuti saja ke mana ide itu mengalir dengan segala kemungkinannya.

Kesukaan akan seni dan membungkusnya jadi bisnis adalah wilayah yang sangat menarik dan menggairahkan buat saya.

Buat saya, bisnis, menjalani hidup, berkomunitas adalah juga seni. Seni mengelola hidup biar lebih berwarna dan bermakna.

Standar

4 thoughts on “Seniman, Bukan Pebisnis

  1. Sangat inspiratif Pak Roni, gimana ceritanya sampai pihak Gramedia tertarik? apa ada yg menawarkan kesana atau ada orang Gramedia yg jadi pelanggan Vinito?

    Suka

  2. Amazing, menakjubkan Pak.
    Kesukaan seni yang unik dan kemampuan membungkusnya dalam gimmick ini yang selalu menjadi pembelajaran buat Saya dan menjadikan saya senang membaca web ini Pak.
    Salam,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s