Indonesiaku

Sedekah yang Memberdayakan

Saat ini lagi marak gerakan sedekah di mana-mana.

Saya sangat senang dengan fenomena ini. Banyak saudara-saudara kita yang terbantu hidupnya.

Pertanyaan kritis, apakah setelah mendapat sedekah kehidupan mereka menjadi lebih baik sepanjang hidupnya?

Nah, saya tertarik dengan sebuah ide yang saya baca beberapa waktu lalu. Istilahnya “sedekah yang memberdayakan”. Ini mirip dengan analogi ikan dan kail. kalau kita sedekahkan ikan, ia akan hidup sampai ikan itu habis. Kalau kita sedekahkan kail dan diajarkan cara mengailnya, ia tidak akan kelaparan sepanjang hidupnya.

Eksperimen ini telah saya coba dengan membuat pelatihan service handphone gratis kepada remaja pengangguran di Pademangan Barat. Alhamdulillah, saat ini sebagian (tidak semua) dari mereka sudah bisa mandiri dan dengan bekal keterampilan itu bisa menjadi bekal untuk hidup.

Saya sedang membaca buku biografi Chairul Tanjung yang sangat menginspirasi. Setiap bab memukau dan menginspirasi saya.

Khusus satu bab, ia berkisah tentang diskusinya dengan Adi Sasono, tokoh koperasi dan ekonomi kerakyatan.

Kesimpulannya, kemiskinan itu adalah man made, karena struktur ekonomi, politik dan sosial kita memproduksi sekelompok kecil orang kaya dan sekelompok besar orang miskin.

Bagaimana solusinya?

Solusi yang ditawarkan adalah dengan “penguasaan aset”. Aset yang dimaksud adalah bukan hanya uang dan tanah, tapi juga aset ekonomi menyangkut informasi pasar, akses pembiayaan, akses teknologi da akses pengambilan keputusan.

Idenya adalah membuat orang diberi kesempatan yang sama, jangan hanya orang kaya dan pintar saja yang diberi akses.

Sedekah yang memberdayakan punya peran strategis seperti ini. Jangan sampai potensi sedekah itu hanya mengubah keadaan si miskin untuk sementara saja, tapi seharusnya sepanjang hidupnya.

Standar

9 thoughts on “Sedekah yang Memberdayakan

  1. Salah satunya termasuk memberi kesempatan usaha untuk orang lain. Alhamdulillah saya terbantu dengan ajakan menjualkan barang produksi beberapa kawan dan saudara. Judulnya sama-sama membantu.🙂

    Suka

  2. Radical Philantrophy, demikian sitilahnya : memberikan sedekah yang empowering.
    Bill Gates bilang, pusing juga saya mikir bagaimana saya mendonasikan uang saya pada area yang paling memberikan impak.

    Di Indonesia, Dompet Dhuafa itu contoh yang bagus tentang sedekah yang empowering.

    Suka

  3. di yayasan kami ada program WAY (Wirausaha Anak Yatim ) berkolaborasi dengan teman2 TDA, sebulan sekali ada pengajian entrepreneur utk mereka, teman2 sharing pengalaman utk memotivasi anak2 , insya Allah next akan lanjut ke pelatihan& pendampingan di lokasi real

    saat ini ironisnya org lbh suka menyumbang ketimbang mendidiknya pak rony

    Suka

  4. Dengan pemberdayaan masyarakat secara aktif, kita memang hrs kreatif dalam penyaluran dana/sedekah…jangan sampai habis hanya untuk konsumtif
    Kita berikan pelatihan untuk menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s