Business

Bisnis Seperti Menyetir Mobil

Analogi ini menurut saya tepat sekali, berdasarkan pengalaman saya.

Saat nyetir, kita harus bisa membaca dashboard, harus tahu kapan menginjak gas atau rem, sekali-sekali harus melihat spion, perlu juga melihat sekeliling untuk membaca situasi.

Di dashboard akan ketahuan kapan saatnya mengisi bensin, apakah mesinnya panas, kapan ganti oli, kapan general check up dan sebagainya.

Dalam bisnis harus paham membaca “dashboard” laporan-laporan kunci soal keuangan, omzet, marjin, inventory, perputaran inventory, kondisi SDM, return on asset dan sebagainya.

Kalau indikatornya mengatakan bahwa marjin kotor turun, saatnya mengambil keputusan yang tepat untuk memperbaikinya.

Jangan ngegas terus. Sekali-sekali harus ngerem juga. Saat banyak stok menumpuk gak jalan, piutang tak tertagih menumpuk, pelanggan banyaknya yang kabur, itu indikasi untuk ngerem dan mencari tahu penyebab dan mencari solusinya.

Jangan melihat kaca depan terus, sekali-sekali harus melihat kaca spion. Itu ibarat melihat situasi pesaing atau keinginan pasar yang berubah. Jangan sampai lagi asyik melihat ke depan, tiba-tiba diseruduk oleh pesaing dari belakang.

Nyetir juga jangan terlalu ngebut. Kalau terlalu ngebut, fokus pandangan hanya ke depan, tidak sempat melihat situasi dan pemandangan di sekitar. Barang kali aja ada ruko murah yang dijual, artinya barangkali ada peluang lain yang tersedia di luar.

Sekali-sekali harus berhenti juga dan turun untuk ngobrol dengan orang di pinggir jalan atau rekan seindustri untuk meneropong kondisi terkini dan kemungkinan yang bakal terjadi. Bagaimana daya beli masyarakat, produk apa yang lagi laris, bagaimana dampak kenaikan BBM/TDL, bagaimana dampak CAFTA, bagaimana dampak bencana atau dinamika politik.

Bagaimana pendapat anda?

Ada yang bisa menambahkan untuk memperkaya tulisan ini? Dengan senang hati saya persilakan….

Standar

7 thoughts on “Bisnis Seperti Menyetir Mobil

  1. Menyetir mobil yg baru dan belum kita kenal juga harus hati-hati untuk mengenal karateristiknya, jangan langsung di gas tapi pelan-pelan sambil merasakan dan melihat indikator-indikator yg perlu di perhatikan letaknya dimana.. jika sudah menyatu dengan mobilnya boleh lah kita gas agak kencang..

    Jika mempunyai bisnis baru juga harus pelan-pelan dulu pahami kendala-kendala yg muncul, karena kalkulasi diatas kertas pasti berbeda jauh dengan hasil dilapangan.. jangan terlalu mikir untung dulu yg penting bisnis baru harus bisa jalan, sambil memahami indikator-indikator dan masalah-masalah yg sedang terjadi. Jika sudah paham karakteristik bisnis baru tersebut tiba waktunya diajak berlari..

    Suka

  2. Yagami berkata:

    Kadang-kadang butuh navigator juga dong, Pak. Supaya nggak nyasar…hehehe…Tulisan-tulisan bapak menarik sekali. Ini ada teman saya yg editor dari penerbit, Pak. Buatkan saja buku tentang komunitas atau kisah bapak sampai menemukan komunitas Tangan Di Atas ini. Teman saya bilang ceritanya menarik, kalau bapak mau buat bukunya sama dia saja…emailnya di arez.heika@gmail.com…(minta jatah promosi…hehehe…becanda). Sukses terus ya, Pak.🙂

    Suka

  3. jangan lupa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan dlm proses menuju kesuksesan.. nyetir kalo stres bisa nabrak.. success is also a journey not only the destination.. we could learn so much about ourselves in the process..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s