Uncategorized

Uang dan Kebahagiaan

Gerakan sedekah sedang marak.

Beberapa teman saya bahkan adalah penggeraknya, seperti @saptuari dengan Sedekah Rombongan, @masmono08 dengan Makelar Sedekah dan tentu saja, @ipphoright dengan 7 Keajaiban Rezeki yang fenomenal itu.

Kalau kita bersedekah, rezeki kita akan ditambah berlipat-lipat, demikian janji Allah.

Kemarin, saya mendapat pencerahan dari perspektif lain soal uang dan sedekah versi TED.com.

Sebuah pertanyaan menarik diajukan, bagaimana hubungan uang dengan kebahagiaan?

Apakah dengan banyak uang kita akan semakin bahagia?

Riset dari pembicara ini (saya lupa namanya) membuktikan bahwa orang yang punya uang dan membelanjakannya hanya untuk diri sendiri dan keluarga kurang berbahagia dibandingkan uang yang dikeluarkan untuk orang lain, misalnya mentraktir makan teman sampai membantu yang lebih besar.

Makin besar uang yang dikeluarkan untuk membantu orang lain, maka makin bahagialah ia.

Hasil riset ini sangat menarik.

Saya juga membaca bahwa orang yang bahagia, rezekinya juga akan dimudahkan. Logikanya, karena orang bahagia pasti akan bekerja dengan baik, berhubungan dengan pelanggan/karyawan/mitra kerja juga dengan baik.

Masih di TED.com, @danielpink menyampaikan pendapatnya tentang apa yg menjadi motivasi orang saat ini. Menurutnya, bukan lagi materi atau sistim rewards and punishment, tapi hal-hal yang “di luar” diri seperti: makna hidup, nilai, kontribusi. Itu semua erat kaitannya dengan membahagiakan hidup orang lain.

Ada ungkapan, money can’t buy happiness. Ungkapan ini terbantahkan. Yes, money can buy happiness. Orang yang punya banyak uang dan menggunakannya untuk membahagiakan orang lain akan lebih bahagia dibanding mereka yang mengakumulasi untuk dirinya sendiri.

Menutup tulisan ini, saya mengutip sebuah twit yang menginspirasi saya: kebahagiaan yang paling dalam adalah ketika kita bisa membahagiakan orang lain.

Badroni Yuzirman
http://www.manetvision.com
http://www.roniyuzirman.com
@roniyuzirman

Standar

4 thoughts on “Uang dan Kebahagiaan

  1. Benar sekali, karena dengan memberi banyak manfaat pada sesama, itu sama dengan memberi makanan jiwa.
    Saat ini saya lagi akan memulai dari saving 10% yg biasanya untuk sedekah, sekarang sebagian untuk membentuk Lembaga “Bantuan Modal Kerja” Tanpa Bunga dan Anggunan, sehingga bisa membantu menggerakkan ekonomi kerakyatan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s