Uncategorized

Menjadi Perantara Rezeki Orang Lain

Grup BBM membuat saya banyak bersilaturahim dengan teman-teman lama. Salah satunya adalah teman SMP dulu.

Selain bercengkrama di BBM, kami pun jadi sering bertemu secara offline. Lepas rindu. Thanks to BBM.

Kami pun saling bertukar cerita.

Salah satu teman dekat saya berkisah bahwa karirnya sudah mentok sebagai mandor cleaning service yang bergaji UMR.

Saya memutar otak untuk bisa membantunya.

“Gimana kalo lu juala produk gue aja. Untungnya lumayan lho,” ujar saya.

“Gue sih tertarik, tapi gak ada modal. Lagian produk lu harganya mahal-mahal”, jawabnya.

“Lu coba aja dulu. Kalo gak ada modal, nanti gue pinjemin,” jawab saya tak menyerah. Barangkali ini jalan keluar baginyan batin saya.

Minggu berlalu, bulan berlalu, tak ada jawaban darinya.

Di pertemuan terakhir, saya buka lagi pikirannya untuk mencoba.

“Gak ada ruginya kalau lu coba, toh kalau gak laku, nanti bisa diretur. Uang gue balikin 100 persen,” rayu saya.

Akhirnya ia berubah pikiran untuk mulai mencoba.

Waktu luangnya yang hanya beberapa jam di hari Sabtu digunakannya untuk mampir berbelanja.

Dua minggu setelah itu ia mengirim BBM yang mengharukan saya:

“Makasih Ron. Baru 2 minggu gue jualan, hasilnya udah lebih dari gaji sebulan.”

Tentu saya senang sekali dan bersyukur mendapat kabar ini.

Pagi ini saya kembali menanyakan kabarnya.

“Alhamdulillah, untungnya udah 4 juta. Padahal modal gue cuma 2 juta”, jawabnya.

“Wah, hebat dong, udah lewat gaji lu ke mana-mana. Gimana kalo lu seriusin tiap hari, bisa lebih 10 juta tuh”, jawab saya sambil mengomporinya.

Alhamdulillah, dorongan dan keyakinan saya bahwa apa yang saya tawarkan bisa menjadi pembuka pintu rezeki bagi teman lama ini sudah mulai terbukti.

Saya merasakan kebahagiaan yang “lain” ketimbang materi yang saya terima langsung.

Selamat berjuang temanku, untuk masa depan yang lebih baik.

Badroni Yuzirman
http://www.manetvision.com
http://www.roniyuzirman.com
@roniyuzirman

Standar

7 thoughts on “Menjadi Perantara Rezeki Orang Lain

  1. subhanallah, sungguh kebahagiaan bs membantu dan bermanfaat utk orang lain adalah hal yg tak ternilai dengan apapun, doa sy semoga bapak senantiasa diberi kelancaran, kesuksesan, barokah dan rahmat shg makin bermanfaat!

    dan tmksh pak, utk referensi buku good to great-nya🙂

    Suka

  2. Dahsyat. Kenapa ndak sekaligian bikin eksperimen : jadilah uda Roni sebagai coach dia…..empower dia untuk menjadi pedagang sukses…..kasih trik dan skills tambahan agar dia lebih pandai menjual…..tawarkan untuk berjualan secara online….beri dia kursus online web and marketing.

    Libatkan dia dalam acara-acara TDA. Terus didorong, terus digugah, terus dipantau.

    Bikin personal project buat Uda Roni : within five years, dia harus bisa naik haji…….

    Again, this isi a social business experiment. Prosesnya diamati, diobservasi, dan kemudian di-jadikan “modul pembelajaran” bagi orang lain.

    Btw, sangat menarik jika “journey teman SMP” itu terus dilaporkan di blog ini : ingin tau sejauh mana progresnya. Bikinlah serial tulisan dengan tajuk : “Teman SMP : Perjalanan Mengukir Sejarah Kesuksesan”.

    Suka

  3. Subhanallah mas roni.. inspiratif sekali.

    Memang diperlukan sedikit paksaan agar mau keluar dari comfort zone sebagai pegawai. Rezeki kadang-kadang butuh perantara (atau provokator hehehe)

    Suka

  4. Ilmu dan pengalaman kita dalam berwirausaha, akan sangat bermanfaat bagi siapapun. Kita jangan merasa akan tersaingi apabila mau memberikan jalan kesuksesan yg pernah kita jalani.
    Sehingga tidak perlu banyak mengalami error bagi yg memulai….
    Semoga semakin banyak saudara/teman/tetangga/masyarakat luas yg akan merasakan manfaatnya

    Suka

  5. Arfan La Angka berkata:

    Hai Mas Roni, salam kenal.

    Nama saya Arfan La Angka. Saya baru pertama kali komentar di sini.

    Menurut saya ada 3 hal yang saya pelajari dari tulisan Mas ini:

    1. Mendorong inisiatif. Mas sudah berhasil “mempengaruhi” teman Mas untuk mencoba. Bukan sekadar mempertimbangkan tapi ia segera bertindak. Menurut saya, itu talenta Mas Roni.

    2. Optimisme. Mas yakin kalau tawaran Mas memberikan hasil. Punya ide itu satu perkara, perkara lain adalah mengomunikasikan ide itu kepada orang lain. Ide yang dikomunikasikan, bisa menggerakkan orang lain, dan dari ide itu benar-benar menghasilkan, itu butuh lebih dari keyakinan. Pada titik tertentu, saya pikir itu visi.

    3. Memberi. Saya pikir hukumnya sederhana: makin banyak kita memberi, makin banyak kita menerima. Teman Mas mendapatkan keuntungan, dan seperti yang Mas rasakan, Mas menerimanya juga dalam bentuk yang berbeda.

    Jangan berhenti berbagi Mas Roni, karena Mas tidak akan pernah kekurangan.

    Jabat erat,
    Arfan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s