Uncategorized

Menjadi Follower Itu Sah-sah Aja, Asal…

Samsung kena batunya. Tuntutan Apple berbuah denda Rp. 10 triliunan karena terbukti Samsung menjiplak plek iPhone. Perhatikan saja tampilan Android versi Samsung, persis dengan iPhone.

Yang menjadi concern Apple tidak hanya tampilan fisik saja, tapi juga user experience yang diandalkan iPhone juga ditiru oleh Samsung. Tentu saja Apple meradang. Membuat user experience seperti itu tidaklah mudah, butuh waktu panjang, biaya tinggi dan SDM tidak sembarangan.

Beberapa waktu lalu saya baca artikel di Harvard Business Review yang menyimpulkan bahwa menjadi follower atau “peniru” itu sah-sah saja dalam bisnis. iPhone pun sesungguhnya adalah “tiruan” atau “terinspirasi” dari smartphone lain seperti Blackberry. Cuma ia menemukan kekurangan dari smartphone lain dan memberikan nilai lebih yang tidak ada sebelumnya.

iPad pun sesungguhnya bukanlah pionir. Kalau tidak salah Dell dan Microsoft telah memulainya beberapa tahun lalu namun gagal. Apple menghidupkan kembali tablet dengan user experience yang ciamik. Itulah keunggulan Apple.

Coba perhatikan bisnis-bisnis di sekitar kita. Mayoritas ada bisnis follower. Lawson yang dibesut oleh Alfamart itu pasti terinspirasi dari sukses 7 Eleven. Lion Air pasti terinspirasi dari Air Asia. Air Asia terinspirasi dari Southwest Airline.

Jadi, sah-sah saja menjadi follower, asal tidak meniru persis seperti kasus Samsung itu. Istilah yang populer adalah ATM, Amati, Tiru, MODIFIKASI. Modifikasi itu keharusan.

Saya pun melakukannya ketika mencari ide bisnis http://www.manetvision.com. Saya mengamati beberapa web di Amerika dan lokal. Saya inventarisir kelebihan dan kekurangan masing-masing web itu, lalu saya kombinasikan kelebihan itu. Plus, saya tambahkan beberapa ide orisinil, sehingga bentuk jadinya berbeda dengan sumber-sumber rujukan itu.

Yang nggak bener adalah praktek ATP alias Amati Tiru Persis. Beberapa teman di TDA juga mengeluhkan hal ini. Bisnisnya ditiru persis oleh teman sekomunitasnya. Ini tidak sehat, mematikan kreativitas dan inovasi. Member yang bisnisnya di-ATP menjadi kapok sharing di TDA karena takut idenya “dicuri” oleh yang lain.

Orang yang bisnisnya hanya meniru persis bisnis orang lain pada dasarnya menghina dan merendahkan kemampuannya sendiri. Kalau pun sukses, dia tidak akan ke mana-mana. Ia pun cenderung menutup diri karena takut idenya juga dicuri.

Badroni Yuzirman
http://www.manetvision.com
http://www.roniyuzirman.com
@roniyuzirman

Standar

2 thoughts on “Menjadi Follower Itu Sah-sah Aja, Asal…

  1. Ternyata aspek legalitas itu penting disini…kira-kira apple untung atau rugi ya? antara dapat trilyunan dollar dibanding jika seandainya tidak ada yang meniru

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s