Life, Mindset, Minimalism

Pengalaman Lebih Penting daripada Kepemilikan

Sebuah studi saya baca mengenai kebahagiaan. Ternyata orang-orang lebih merasa bahagia dengan pengalaman dibandingkan dengan kepemilikan benda.

Artinya, pengalaman jalan-jalan ke Lombok misalnya, lebih membahagiakan dibanding membeli tas Furla yang lagi ngetop di kalangan ibu-ibu saat ini.

Saya pernah ngetes dengan orang tua kami (orang tua saya dan istri). Dibandingkan dengan hadiah barang mahal yang kami berikan, mereka ternyata lebih menyukai pengalaman jalan-jalan bersama kami.

Mertua saya selalu tertawa ngakak saat mengingat makan cendol dengan gelas segede ember di Raminten, Jogja. Atau saat tasnya jatuh ke danau buatan ketika makan seafood di resto Mang Engking di Bali. Memori itu tak pernah hilang dan menurut saya, itu membahagiakannya.

Demikian juga dengan anak-anak. Saya sedang mencoba menerapkan gaya hidup minimalis dalam keluarga. Mainan anak-anak saya batasi dalam jumlah secukupnya saja.

Ketimbang memperbanyak mainan yang membuat rumah berantakan dan membutuhkan ruang penyimpanan, mendingan saya perkaya mereka dengan pengalaman yang intangible, demikian argumen saya kepada istri.

Mereka sering saya ajak ke tempat-tempat baru yang membuat mata mereka terbelalak takjub. Wow!!

Kemarin malam mereka menonton Debus Banten di Anyer. Mata mereka hampir tak berkedip melihatnya. Namun mereka akhirnya saya tarik menjauh setelah pertunjukan mulai “berbahaya” saat pemain debus mulai menggorok-gorok lengan dengan golok.

Experience, pengalaman itu lebih melekat di ingatan daripada hadiah mainan untuk mereka.

Mereka harus tahu wujud gajah yang sesungguhnya selain yang mereka lihat di TV, buku atau mainan selama ini. Beberapa tempat wisata lokal sudah mereka jelajahi. Hasilnya, kulit mereka jadi makin gelap🙂.

Saya juga ingin mengajak mereka ke tempat-tempat yang dekat dengan keseharian, ke pabrik-pabrik makanan yang mereka gemari, misalnya ke pabrik yoghurt, pabrik susu Milo, pabrik roti, ke sawah untuk mengetahui dari mana nasi di piring itu berasal dan sebagainya.

Kami ingin di kenang oleh anak-anak sebagai orang tua yang selalu bersama mereka saat kecil, orang tua yang bersama mereka saat susah dan senang. Bukan orang tua yang hanya sering membelikan mainan atau jalan-jalan “standar” ke mal dan lebih mementingkan pekerjaan daripada waktu berharga bersama mereka.

Beberapa waktu lalu saya bertemu teman, pasangan suami istri yang anak-anaknya sudah meninggalkan rumah untuk bekerja dan kuliah. Mereka tinggal berdua saja di rumah sekarang.

Saya berpikir, ada masanya ketika anak-anak butuh waktu orang tuanya, ketika mereka kecil, usia 0-5 tahun. Ada masanya berbalik, orang tua yang butuh waktu dengan anak-anaknya, ketika mereka beranjak dewasa dan mulai mandiri.

Investasi terbaik adalah investasi waktu bersama orang-orang yang kita sayangi, saat mereka membutuhkan. Soal hadiah benda, itu hanya pelengkap saja.

Badroni Yuzirman
http://www.manetvision.com
http://www.roniyuzirman.com
@roniyuzirman

Standar

13 thoughts on “Pengalaman Lebih Penting daripada Kepemilikan

  1. setuju, saya dan istri juga berkomitmen untuk hidup sesimpel mungkin tapi memperkaya pengalaman kami sebagai pasangan, sebagai teman. dan terima kasih untuk pengalaman semobil dengan bapak di makassar, sekian jam bersama bapak itu lebih berharga dari tas furla memang😀

    Suka

  2. Sangat sepakat sekali mas, karena memang pengalaman itu lebih mengikat memori tentang kebersamaan sementara hadiah hanya sesaat saja, apalagi kalau hadiahnya yang tak berusia lama.

    Hidup sederhana itu membahagiakan

    nice artikel in the morning🙂
    salam kenal

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s