Life, Minimalism

Itu Hanya Kenangan, Simpan Saja di Pinterest!

Saya dapat ide bagus dari Mas @adezaulia.

Ia ternyata juga mulai mempraktekkan gaya hidup minimalis dan beberapa waktu lalu berbagi cerita dengan saya.

Seperti saya, ia juga berusaha mengurangi barang-barang yang menumpuk di rumahnya.

Caranya unik.

Sebelum ia membuang atau memberikan barang-barang itu kepada orang lain, ia memfotonya dan mengupload ke Pinterest.

“Barang-barang itu kan hanya berfungsi sebagai kenangan, Mas,” jelasnya.

“Kita tidak perlu memiliki barang itu, karena yang penting adalah kenangannya. Sebelum saya berikan kepada orang lain, barang itu saya foto, terus saya upload ke Pinterest. Kalau saya ingat barang itu, tinggal lihat gambarnya sambil mengenang bahwa barang itu pernah saya miliki.”

Really really smart idea, batin saya.

Saya pun tanpa ragu mengadopsi ide itu.

Ada 2 jaket bagus favorit saya yang bertahun-tahun hanya menjadi penghuni sudut lemari pakaian.

Saya berat sekali untuk memberikannya kepada orang lain karena banyak sekali kenangan bersama jaket-jaket itu.

Akhirnya dengan berat hati namun yakin, kedua jaket itu saya berikan kepada supir. Ia senang sekali.

Tapi sebelumnya, jaket itu saya foto dan saya upload di blog khusus. Saya hanya butuh untuk melihatnya sekali-sekali dan mengenang perjalanan indah bersama jaket itu.

Pagi ini saya memfotoi barang-barang yang berhubungan dengan anak-anak saya dan mengupload gambarnya di blog.

Anak-anak saya gemar sekali melukis. Hasil karyanya berserakan di mana-mana.

Saya punya kisah memilukan dengan hal ini.

Sejak kecil saya gemar melukis, hasilnya saya kumpulkan selama bertahun-tahun.

Suatu ketika seorang teman meminjam lukisan-lukisan itu. Untuk dipamerkan di gelanggang olah raga, katanya.

Dengan lugunya, saya serahkan semua lukisan itu, karena merasa girang dengan kesempatan pameran ini.

Berbulan-bulan, lukisan itu tidak kembali ke tangan saya.

Ketika saya tanyakan, ia menjawab, “Sori Ron, lukisan lu digunting-gunting sama nyokap gue, buat lapisan dompet”. Orang tuanya punya home industry membuat dompet.

Saya tidak bisa marah kecuali hanya menyesali keputusan saya meyerahkan lukisan-lukisan itu. Lagi pula, bagaimana cara mengembalikannya?

Saya tidak pernah melupakannya sampai sekarang.

Seorang teman berbagi kisah di Facebook. Saat akan pindah ke rumah baru – setelah bertahun-tahun menyewa – ia mengumpulkan barang-barang milik anak-anaknya.

Tanpa disadari kenangan selama bertahun-tahun kembali muncul dan membuatnya termenung.

Barang-barang itu punya kenangan yang panjang dan dalam. Barang-barang itu bercerita banyak perjalanan tumbuh kembang anak-anaknya.

Masalahnya, kalau semua itu terus kita kumpulkan, akhirnya rumah kita akan menjadi museum. Apa lagi yang rumahnya kecil, pasti bingung mencari celah ke mana lagi mencari sarang penyimpanannya.

Solusi saya, lepas saja barang itu. Tinggalkan beberapa yang perlu.

Sebelum dilepas, jangan lupa difoto dulu dan upload ke Pinterest, Tumblr atau blog. Kapan saja bisa dilihat lagi dan dikenang ceritanya bersama orang-orang terkasih.

Badroni Yuzirman
http://www.manetvision.com
@roniyuzirman

Standar

6 thoughts on “Itu Hanya Kenangan, Simpan Saja di Pinterest!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s