Indonesiaku

BMT Beringharjo, Bermodal Sejuta, Sekarang Punya Aset 70 Miliar

Seorang ibu yang penuh semangat dan dedikasi bersama timnya menjadi tamu istimewa saya tadi malam.

Saya sering mendengar namanya, terutama dari Pak @jamilazzaini. Rekam jejaknya sungguh membuat saya takjub, hampir tak percaya, tapi nyatanya sosok itu hadir di ruang tamu saya tadi malam.

BMT Beringharjo, namanya cukup melegenda di kalangan pelaku bisnis mikro syariah.

Berawal dari niatan membantu para pedagang di Pasar Beringharjo, Jogjakarta agar keluar dari jeratan rentenir, 16 tahun lalu Bu Mursidah Rambe nekat memberikan pinjaman kepada mereka hanya dengan modal Rp. 1 juta.

Mengurus pedagang mikro di pasar itu bukanlah hal mudah. Tidak banyak lembaga keuangan yang mau turun ke pasar becek seperti itu di tahun 1994.

“BRI dan rentenir adalah saingan kami”, ujarnya.

Sekarang, pesaing BMT Beringharjo bukan BRI dan rentenir saja, tapi 30-an bank dan lembaga keuangan mikro “mengepung” pasar itu.

Ya, sekarang kredit mikro jadi cewek seksi yang banyak diperebutkan oleh bank-bank besar. Hampir semua bank besar punya unit mikro sekarang. Mereka mau berkeringat masuk ke pasar-pasar becek itu sekarang.

Menyalurkan pinjaman kepada pedagang mikro itu sebetulnya besar keuntungannya. Mereka rata-rata punya marjin yang tinggi setiap harinya.

Seorang pedagang sayur misalnya, dengan modal beberapa ratus ribu bisa mengantongi keuntungan bersih 100 sampai 300 ribu per hari. Pedagang ikan, tukang bakmi, tukang bakso juga kurang lebih seperti itu marjinnya.

Tantangan masuk ke pasar itu juga tidak sedikit. Musti mau berkeringat, berlelah mendatangi mereka satu per satu setiap hari. Di antara mereka banyak yang tidak disiplin mengelola uang dan ngawur pengeluarannya. Mengedukasi mereka dan mengubah kebiasaan juga menjadi PR lain bagi pengelola lembaga keuangan ini.

Berbilang tahun berlalu, BMT Beringharjo telah membuktikan dan menikmati hasil jerih payahnya sekarang. Dua belas cabang telah terbentang di seantero pulau Jawa. Pencapaiannya telah banyak menjadi studi dan menjadi contoh BMT lain.

Saya teringat beberapa kali usaha saya bersama teman-teman TDA ingin melakukan hal serupa namum belum kesampaian sampai sekarang.

Suatu hal sederhana sebetulnya bisa menjadi besar. Hanya perlu dibayar dengan kesabaran dan dedikasi yang tinggi.

Bu Mursidah telah membuktikannya.

Muhammad Yunus telah membuktikannya.

Tak perlu banyak omong. Just do it…

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s