Books and Learning, Life, Minimalism

2013: Go Digital

Belakangan ini saya rajin belanja produk digital dari gadget, terutama iPad dan iPod (bagi saya, kedua gadget itu adalah learning tools yang sangat hebat).

Produk-produk itu di antaranya buku via http://www.kobobooks.com (ini pilihan selain Kindle dan iBooks yang belum bisa di Indonesia), musik via iTunes yang sudah bisa dibeli dari Indonesia, majalah via Zinio (majalah luar) Scoop dan Scanie (majalah lokal).

Selama ini saya kesulitan mencari buku-buku bagus dari luar dan harus menunggu di toko buku cukup lama. Di Kobo, saya dapat membelinya dan membacanya seketika dengan gadget apa pun. Kalau lagi di rumah bisa di iPad, kalau lagi mobile ya di iPod. Saat ini saya lagi baca How The Children Succeed dari Paul Tough dan Thinking Fast and Slow dari Daniel Kahneman, dua-duanya lagi bestseller di Amazon. Harga per buku lebih murah 100 ribuan dibanding versi cetak. Buku Paul Tough saya lihat di Periplus kemarin dihargai Rp. 276 ribu, sedangkan di Kobo cuma Rp. 160 ribuan (USD 16). Di Kindle bahkan lebih murah lagi.

Majalah pun demikian, saya bisa berlangganan beberapa majalah bagus dengan harga sangat murah. Tahun depan saya berencana hanya berlangganan 2 majalah cetak saja, itu pun dengan pertimbangan karena “nggak enak” sama pedagang majalah langganan di dekat rumah.

Harganya? Saya berlangganan majalah Fast Company dan Inc hanya Rp. 100-an untuk 10 edisi. Bayangkan harga versi cetaknya di Indonesia bisa Rp 70 ribuan per edisi.

iTunes lebih seru lagi. Saya menemukan banyak koleksi kaset lama yang hilang. Saya jadi kalap membeli album Pat Metheny, Dave Weckl, Quincy Jones, Chris Botti, Andrea Bocelli. Harga per album “hanya” Rp. 50 ribuan. Sebagai perbandingan harga CD di Duta Suara bisa Rp. 150 ribuan. Lagu-lagu tersebut bisa didengar tanpa harus memiliki CD fisiknya di berbagai device Apple yang kita miliki. Artinya, tidak ada kekhawatiran akan hilang atau rusak/tergores lagi.

Maka, saya bertekad dan yakin dengan pilihan untuk mengalihkan sebagian besar anggaran belanja produk fisik menjadi digital. Saya kira tren ini akan semakin kuat ke depan dan bayangkan potensi dan betapa berbahayanya bagi bisnis yang akan tergeser oleh perubahan perilaku ini.

Toko-toko kaset/CD akan kehilangan pembeli. Demikian juga toko/penerbit buku dan majalah.

Sekarang eranya disruptive. Produk-produk atau model bisnis mapan mulai terkena imbas dari model bisnis baru seperti ini. Kabarnya Virgin Records sudah tutup dan terakhir Newsweek juga stop cetak majalah.

Saya pribadi punya alasan sendiri dalam migrasi ke produk digital ini. Alasan saya adalah soal gaya hidup minimalis yang berusaha terus saya perbaiki.

Saya akan mengurangi menumpuknya buku dan majalah di rumah karena sudah tidak ada tempat pagi. Rak buku saya sudah merambah sampai dapur.

Saya ingin mengurangi “clutter” di rumah. Saya bertekad tidak akan menambah rak baru. Pilihannya adalah mengurangi beli buku dan majalah cetak dan beralih ke versi digital non fisik.

NB: Oya, saya juga sudah lama tidak berlangganan koran. Gantinya adalah aplikasi Flipboard. Sekali-sekali juga baca Kompas e-paper.

Badroni Yuzirman
http://www.manetvision.com
http://www.roniyuzirman.com
@roniyuzirman

Standar

4 thoughts on “2013: Go Digital

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s