Uncategorized

Cara Mengelola Kebutuhan dan Keinginan

Seorang kenalan bijak pernah berkata yang cukup “jleb” buat saya:

“You just need one, but you want more”, katanya.

“You just need one car, but you want more”.

“You just need one house, but you want more”.

Betul.

Kebutuhan kita sejatinya sangat sederhana. Tapi keinginan kitalah yang sangat kompleks.

Saya masih bergelut dengan “want” ini.

Apakah saya perlu iPhone 5?

Apakah saya perlu sound system yang canggih di rumah?

Apakah saya perlu mobil mewah dengan cc besar?

Apakah saya perlu pakaian mentereng saat bicara di depan orang banyak?

Ini ujian buat saya dan juga mungkin kita semua. Saya juga belum lulus dari hal seperti ini.

Salah satu cara yang cukup efektif mengalahkan godaan “want” itu adalah dengan menunda pembelian.

Kejadiannya sering kali terjadi karena dorongan impulse buying, pembelian tanpa rencana, semata-mata karena display menggoda di toko saat jalan-jalan di mal atau rayuan orang sales (mal adalah alat efektif yang menggoda want kita).

Tunda dulu transaksinya. Jangan beli sekarang.

Jika seminggu, dua minggu, sebulan masih kepikiran, barang kali itu adalah “need”. Barangkali.

Biasanya, jika dalam seminggu sudah lupa, itu adalah “want”.

Bisa juga dengan merasionalisasikan keinginan itu.

Misalnya dengan mengajukan pertanyaan: untuk apa gadget ini? Apakah manfaatnya melebihi harganya? Apa kemungkinan yang bisa dilakukan dengan gadget ini? Apakah fungsinya jauh melebihi yang sudah dimiliki saat ini?

Tulisan ini saya tutup dengan kutipan yang saya lupa dari siapa. Mungkin Ralph Waldo Emerson.

“We buy thing that we don’t need to impress the people we don’t know”.

Jangan sampai seperti itu ya.

Badroni Yuzirman
http://www.manetvision.com
http://www.roniyuzirman.com
@roniyuzirman

Standar

5 thoughts on “Cara Mengelola Kebutuhan dan Keinginan

  1. benar, rupanya kita butuh ‘pengalaman hidup’ tidak cuma ‘pengetahuan’ untuk bisa membeli sesuatu berdasarkan kebutuhan dan bukan berdasarkan keinginan

    Suka

  2. Kalau pergi ke mall atau pasar, atau tempat-tempat sejenis itu (diperparah dengan adanya lokasi wisata belanja), setiap kali ingin membeli, maka saya langsung mengeluarkan ‘mantra’ andalan: “Kamu perlu ini? Kamu ga perlu ini. Kamu ga perlu ini.” Kemudian saya akan beranjak dari tempat tersebut😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s