Uncategorized

Jujur Brutal

Salah satu syarat mengikuti Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) TDA saya adalah “jujur brutal”.

Apa maksudnya?

Ya jujur apa adanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Jangan jaim.

Saat nyaris bangkrut beberapa tahun lalu, saya bertemu Pak Herman dari Action Coach. Saya mengeluhkan masalah bisnis yang dihadapi.

“You are lack of knowledge”, ujarnya yang membuat saya kaget dan tidak terima.

Berat buat saya mengakui bahwa saya “lack of knowlwdge”.

Namun, ibarat berobat ke dokter tapi penyakitnya disembunyikan, apakah diagnosa dan obatnya akan tepat?

Setelah mengakui kesalahan, saya mulai lagi belajar. Investasi untuk leher ke atas. Baca buku, ikut seminar, cari konsultan dan sebagainya.

Orang yang tidak jujur brutal, biasanya selalu menolak kesalahan ada pada dirinya. Dia menjadi denial.

Ia selalu berdalih kesalahan ada di “luar sana”, karena karyawannya, karena customernya, karena harga naik, karena SBY…

Pokoknya kesalahan ada di sana, bukan di sini, bukan di saya.

Seorang pebisnis yang mengalami masalah cash flow, piutang tak tertagih menumpuk dan hutang menggunung.

Ketika dinasehati supaya menagih piutang, dia menolak dengan berbagai alasan.

Dinasehati supaya mengurangi hutang, dia menolak. Malah menambah hutang dan digunakan untuk bayar hutang lagi, bukan untuk operasional usaha.

Dua orang yang berpartner bisnis mengeluhkan kinerja bisnisnya yang terus menurun.

Padahal, dengan mudah bisa diketahui bahwa masalah ada pada diri mereka sendiri. Sebagai partner mereka nggak kompak. Selalu berantem saat mengambil keputusan. Yang satu ke kiri yang lain ke kanan.

Solusi apa pun tidak akan memperbaiki keadaan jika mereka tidak bisa mengakui kesalahan, sadar dan kemudian memperbaiki diri.

Jujur brutal itu penting, sampai Jim Collins juga menuliskannya dalam Good To Great.

Yuk, jujur brutal…

Badroni Yuzirman
http://www.manetvision.com
http://www.roniyuzirman.com
@roniyuzirman

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s